Di kafe seberang kantor, Rio sudah duduk dengan wajah mendung. Saat melihat Aruna, ia langsung berdiri dan menarik tangan Aruna agar duduk di hadapannya. "Kenapa lama sekali, Aruna?!” tanya Rio dengan tidak sabar. “Iya, inikan baru jam istirhat, lagian belum jam 12 aku sudah sampai, kan?!” Aruna melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Sesaat Rio terdiam, tatapannya begitu tajam saat kembali bertanya, “Kamu datang dengan pria itu, Aruna? Dengan Keenan?" suara Rio terdengar rendah dan penuh amarah yang tertahan. "Rio, dengerin aku dulu. Semuanya tidak seperti yang kamu lihat," Aruna mencoba menjelaskan, namun Rio mencengkram tangannya di atas meja. "Jangan bohongi aku! Aku melihat bagaimana dia menyentuhmu! Apa kamu lupa apa yang dia lakukan lima tahun lalu? Apa kamu lupa janji kita, Aruna? Aku sudah memberimu waktu 5 tahun, Aruna.. Aku mengizinkan mu bekerja, bukan untuk memberimu izin kemba
Terakhir Diperbarui : 2026-01-20 Baca selengkapnya