Tangan Keenan menyentuh dagu Aruna dengan lembut, ia mengangkat wajah Aruna, mengusap air matanya dengan ibu jari. "Aku akan membuktikannya padamu kalau aku tidak pernah menerima perjodohan dengan siapapun! Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi karena kesalahpahaman ini.."Keenan mencium kening Aruna dengan lembut, lalu turun ke bibirnya. Kali ini ciumannya tidak lagi kasar, melainkan penuh dengan permohonan maaf serta cinta yang begitu tulus dan putus asa. Aruna perlahan membalasnya, merasa dinding kebenciannya mulai runtuh.“Apa kamu mau memaafkan aku, Aruna?!” Keenan mengangkat wajah Aruna, menatapnya mendalam, “Apa kamu masih membenciku? Apa ini alasanmu pergi selama ini?!””Ya, aku marah dan sangat membencimu, Keenan! Aku sangat membencimu karena sikapmu yang posesif," gumam Aruna di sela ciuman mereka.Keenan tersenyum tipis, ia mengangkat tubuh Aruna dan membawanya menuju sofa besar di sudut ruangan. "Benci aku sesukamu, Aruna. Tapi malam ini, aku akan menebus lima tahun y
더 보기