Keenan tidak membiarkan Aruna protes lebih lama. Sebelum bibir wanita itu mengeluarkan makian lagi, Keenan sudah membungkamnya dengan ciuman yang jauh lebih menuntut. Kali ini, tangannya tidak hanya bermain di kancing kemeja, tapi langsung menyusup ke balik kain, meraba kulit punggung Aruna yang halus hingga membuat wanita itu meremang hebat. "Keenan... S-shhh... Seseorang bisa saja masuk lagi," bisik Aruna di sela ciuman mereka, nafasnya sudah mulai tidak beraturan. Keenan melepaskan pagutan bibirnya sejenak, menatap Aruna dengan mata yang menggelap karena gairah. "Tidak akan ada yang masuk ke ruang rahasia, Aruna." Tanpa melepaskan pelukannya, Keenan menekan sebuah tombol tersembunyi di bawah meja kerjanya. Seketika, dinding kayu di belakang kursinya bergeser tanpa suara, memperlihatkan sebuah ruangan pribadi yang sangat mewah lengkap dengan ranjang king size, kamar mandi dalam, dan pencahayaan yang hangat. "Ayo," bisik Keenan parau. Ia mengangkat tubuh Aruna ala bridal styl
Dernière mise à jour : 2026-01-25 Read More