Aruna masih mematung di depan meja riasnya. Kenzo, yang baru saja tenang setelah menyusu, bersandar lemas di bahunya, sementara tangan kiri Aruna masih menggenggam erat amplop coklat yang baru saja ia buka. Ia menoleh ke arah Zakia, berpikir mungkin saja sahabatnya itu tahu sesuatu. "Zaskia!" panggil Aruna dengan suara yang ditekan, mencoba tidak mengejutkan bayinya. Zaskia, yang baru saja meletakkan botol susu kosong milik Kenzie di atas nakas, menoleh dengan wajah lelah yang seketika berubah waspada melihat ekspresi sahabatnya. "Ada apa, Aruna? Kenapa wajahmu seperti itu?" Aruna menyodorkan amplop dan isinya ke arah Zaskia. "Dari mana amplop ini berasal? Siapa yang meletakkannya di meja riasku?" Zaskia mengambil foto itu dengan dahi berkerut. Namun, sedetik kemudian, matanya melebar dan tangannya gemetar. "Ini... ini Nando? Dan pria ini... aku tidak mengenalnya. Aruna, aku bersumpah, aku tidak tahu ada amplop ini di
Read more