Udara di aula Dewan Adat terasa lebih berat daripada besi. Elora berdiri diam, tetapi bukan karena takut, tapi ia sedang menghitung.Menghitung setiap tatapan yang menunggu dirinya jatuh, setiap bisikan yang berharap nama Draven tercemar, dan terutama … setiap detik Miravel merasa menang.Di seberang, Lady Miravel duduk anggun, seolah sidang ini hanyalah panggung yang memang diciptakan untuknya.Tetua Adat mengetukkan tongkatnya sekali. "Duchess Draven," ucapnya serius, "apakah Anda memiliki jawaban atas saksi dan Surat Adat Kuno ini?"Semua mata menancap pada Elora. Sejenak, ia tampak seperti gadis yang dipaksa menggantikan kakaknya. Namun ketika ia melangkah maju … Ia bukan lagi pengganti. Ia adalah Duchess.Elora mengangkat dagunya. "Yang Mulia Tetua," katanya pelan, "aku punya jawaban.'Miravel tersenyum tipis. "Tentu. Silakan membela diri, tapi adat tidak bisa dibantah dengan emosi."Elora menatapnya. "Oh, aku setuj
Last Updated : 2026-02-05 Read more