Teilen

I16. Jebakan Final

last update Veröffentlichungsdatum: 04.02.2026 21:02:28

Malam turun tanpa suara, namun Elora tahu di tempat seperti ini, sunyi bukan berarti aman. Sunyi adalah ruang bagi rencana untuk tumbuh.

Di balik pintu-pintu kayu yang tampak anggun, para bangsawan tidak tidur. Mereka berkumpul dalam bisikan, menenun makna dari hal-hal kecil. Gerakan tangan, pilihan kata, bahkan cara seorang wanita menundukkan kepala. Dan Lady Miravel adalah penenun terbaik.

Ia tidak menyerang Elora dengan tuduhan kasar. Tidak pernah. Miravel terlalu cerdas untuk itu. Ia hanya
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Istri Palsu Sang Jenderal Perang   I134. Setelah Takhta (END)

    Musim telah berganti. Salju tipis yang dulu menutup halaman Istana Valerion kini telah mencair, digantikan oleh rerumputan muda yang perlahan tumbuh di antara batu-batu tua. Udara pagi terasa lebih hangat, meski sisa dingin masih sesekali menyusup bersama angin. Kerajaan itu masih berdiri. Namun tidak lagi sama. Rhevan berdiri di balkon tinggi yang menghadap ke halaman utama. Di bawah sana, para prajurit berlatih. Gerakan mereka rapi. Disiplin. Namun jika diperhatikan lebih dalam ada sesuatu yang berbeda. Mereka tidak lagi bertarung untuk kekuasaan. Mereka bertarung untuk bertahan. "Pasukan barat sudah kembali." Suara Elora terdengar dari belakang. Tenang seperti biasa. Rhevan tidak langsung menoleh. "Korban?" "Lebih sedikit dari yang kita perkirakan." Jeda. "Namun masih ada." Rhevan mengangguk pelan. Tidak ada kemenangan tanpa kehilangan. Ia sudah belajar itu. Dengan cara yang paling kejam. "Ada laporan lain?" tanyanya. Elora melangkah mendekat. Kini berdiri di sampingny

  • Istri Palsu Sang Jenderal Perang   I133. Takhta yang Memilih

    Aula utama Istana Valerion telah berubah. Pilar-pilar retak. Lantai marmer ternodai darah. Singgasana di ujung ruangan berdiri utuh namun sunyi. Tidak ada penjaga. Tidak ada bangsawan. Hanya lima orang. Kael. Elvaris. Rhevan. Aethran. Dan Elora. Angin dingin menyusup dari jendela yang pecah. Membawa bau logam. Dan akhir dari segalanya. Kael melangkah maju. Setiap langkahnya mantap. Tanpa ragu. Pedangnya terangkat. Namun bukan lagi sebagai pengawal. Melainkan sebagai seseorang yang akhirnya memilih. “Ini berakhir di sini.” Sunyi. Elvaris berdiri di hadapannya. Bayangan menyelimuti sebagian wajahnya. Namun matanya tetap sama. Dalam. Dingin. Tak tergoyahkan. “Seharusnya sejak awal,” jawabnya pelan. Ia melangkah maju. “Namun mereka memilih untuk memperpanjang penderitaan ini.” “Ti

  • Istri Palsu Sang Jenderal Perang   I132. Kael Adalah Penyeimbang

    Pedang mereka berhenti. Hanya beberapa inci dari leher masing-masing. Napas berat terdengar di lorong sempit yang dipenuhi bayangan. Darah menetes dari ujung bilah, jatuh satu per satu ke lantai batu yang dingin. Kael dan Elvaris saling menatap. Tidak ada yang mundur. Tidak ada yang menang. Dan untuk pertama kalinya tidak ada yang tahu harus melanjutkan ke mana. “Cukup.” Suara itu memotong. Tenang. Namun tidak bisa diabaikan. Elora. Ia melangkah maju dari ujung lorong. Langkahnya pelan. Namun setiap pijakannya terasa seperti menekan waktu itu sendiri. “Kalau kalian terus bertarung…” Tatapannya menyapu Kael, lalu Elvaris. “kalian hanya akan mengulang kesalahan yang sama.” Sunyi. Pedang masih terangkat. Namun tidak bergerak. Elora berhenti di antara mereka. Dan untuk pertama kalinya ia tidak berdiri sebagai istri dan bukan sebagai bangsawan. Melainkan satu-satunya orang yang mengetahui seluruh kebenaran. “Malam itu…” katanya pelan. Semua menahan napas. “tidak ada yang bena

  • Istri Palsu Sang Jenderal Perang   I131. Dua Takdir, Satu Takhta

    Lorong dalam istana dipenuhi bau besi dan darah. Api obor yang tersisa berkelip lemah, menciptakan bayangan panjang di dinding batu yang retak. Di kejauhan, suara pertempuran mulai mereda, digantikan oleh sunyi yang lebih menekan. Langkah kaki terdengar. Pelan. Teratur. Kael tidak perlu menoleh. Ia sudah tahu. “Akhirnya…” ucapnya pelan. Langkah itu berhenti beberapa meter di depannya. “Elvaris.” Sunyi. Lalu suara itu menjawab. “Nama yang indah untuk sesuatu yang seharusnya tidak ada.” Kael memutar tubuhnya perlahan. Dan di sanalah ia berdiri. Adrian—tidak, tapi Elvaris. Tanpa senyum kali ini. Tanpa permainan. Hanya tatapan dingin yang dalam, seperti jurang yang tidak memiliki dasar. “Kau datang untuk menyelesaikan ini?” tanya Kael. “Tidak,” jawab Elvaris tenang. Jeda. “Aku datang untuk mengambil kembali apa yang kau pakai tanpa pernah menjadi milikmu.” Udara terasa lebih berat. Kael menggenggam pedangnya lebih erat. “Kalau itu takhta—” “Bukan hanya takhta.” Poto

  • Istri Palsu Sang Jenderal Perang   I130. Kematian Lady Mirela

    Darah pertama menetes di lantai aula. Lalu yang kedua. Lalu tidak bisa dihitung lagi. Jeritan menggema di antara pilar yang retak. Api obor bergoyang liar, bayangannya menari seperti iblis yang menertawakan kekacauan. Istana Valerion akhirnya jatuh ke dalam perang. Kael bergerak tanpa ragu. Pedangnya menebas satu pengkhianat, lalu berputar, menahan serangan dari arah samping. Gerakannya cepat. Presisi. Tanpa emosi. Namun matanya tajam. Mengamati. Mencari pola. Dan ia menemukannya. “Ini bukan serangan acak…” gumamnya. “Formasi tiga arah!” teriak Elora dari sisi lain aula. Suaranya tegas. “Lindungi sisi barat—mereka memancing kita ke tengah!” Kael langsung bereaksi. “Rhevan!” “Aku di sini!” Rhevan melompat dari satu bentrokan ke bentrokan lain, darah menodai lengannya. Namun langkahnya tidak goyah. “Ambil sisi kiri. Jangan biarkan mereka memecah barisan!” “Dimengerti!”

  • Istri Palsu Sang Jenderal Perang   I129. Dendam Pewaris

    Debu masih berjatuhan. Asap memenuhi aula yang retak. Suara batu runtuh, jeritan, dan langkah kaki bercampur menjadi satu kekacauan yang memekakkan telinga. Namun di tengah semua itu waktu terasa melambat. Karena semua orang tahu… ada sesuatu yang lebih penting daripada runtuhnya istana. “E—” Suara itu lemah. Hampir tenggelam. Namun cukup untuk menarik perhatian. Kael menoleh. Rhevan ikut menoleh. Aethran membeku— Mirela. Tubuhnya gemetar. Darah mengalir dari pelipisnya. Namun matanya terkunci pada satu titik kosong. Seolah ia melihat seseorang yang tidak terlihat oleh yang lain. “El…” Napasnya tersendat. “Elvaris…” Sunyi. Nama itu jatuh. Pelan. Namun menghantam lebih keras dari ledakan apa pun. Tidak ada yang bergerak. Tidak ada yang berbicara. Seolah dunia berhenti. “Elvaris…” ulang Mirela, suaranya pecah. “Dia… anak itu…” “Elvaris…” Rh

  • Istri Palsu Sang Jenderal Perang   I36. Tulisan Kematian

    Ruang tahanan bawah tanah benteng Valerion terasa lebih dingin dari biasanya. Obor-obor menyala redup, memantulkan bayangan panjang di dinding batu. Halveth duduk di balik jeruji besi, tubuhnya bersandar malas seolah ia tamu kehormatan, bukan tahanan yang baru saja mencoba membunuh seorang mayor. D

  • Istri Palsu Sang Jenderal Perang   I34. Kekuasaan dan Pengkhianat

    Valerion menyambut fajar dengan cara yang salah. Bukan dengan lonceng pagi. Bukan dengan doa. Tapi dengan ketegangan yang menempel di setiap batu istana seperti embun dingin.Kael Draven tiba sebelum matahari benar-benar naik. Kuda hitamnya berhenti di gerbang dalam, napas mengepul seperti asap per

  • Istri Palsu Sang Jenderal Perang   I33. Mahkota Yang Diburu

    Malam tiba, obor menyala di setiap lorong, tetapi cahaya itu tidak mengusir bayangan. Justru memperjelasnya.Cassren Vale berdiri di balkon kecil benteng dalam, mata tajam menatap halaman bawah. Ia tidak bisa tidur sejak kabar tentang Raja menyebar. Bisikan dayang tadi… bukan hal sepele. Di istana

  • Istri Palsu Sang Jenderal Perang   I31. Raja Alaric Valerion IV

    Lorong-lorong Istana Valerion tidak pernah benar-benar sunyi. Bahkan ketika obor redup dan malam turun, istana tetap hidup… dengan bisikan.Kael Draven baru saja meninggalkan kamar Raja. Langkahnya berat. Bukan karena lelah— tapi karena apa yang ia lihat. Seorang mahkota yang seharusnya berdiri teg

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status