Share

Suasana Berbeda

Penulis: Miss Wang
last update Tanggal publikasi: 2026-05-20 13:42:22

Pagi pertama setelah pernikahan mereka membawa suasana yang terasa asing bagi seluruh penghuni mansion. Namun, keasingan itu bukan sesuatu yang buruk. Justru hangat. Hidup. Seolah rumah besar yang selama bertahun-tahun dipenuhi dingin dan ketegangan akhirnya kembali bernapas.

Cahaya matahari pagi masuk melalui jendela-jendela tinggi berbingkai emas, memantul lembut di lantai marmer putih yang mengilap. Tirai tipis berwarna krem bergerak perlahan tertiup angin pagi, sementara aroma kopi hitam h
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Jejak Wajah yang Hilang

    Pintu kayu tua itu tertutup tepat di depan wajah Raymond. BRAK! Bunyi benturannya menggema di sepanjang koridor mansion, lalu perlahan lenyap ditelan kesunyian. Raymond berhenti. Untuk beberapa detik, ia hanya berdiri di tempatnya. Dada pria itu masih naik turun akibat berlari. Napasnya berat, tetapi bukan kelelahan yang membuatnya terdiam. Tatapannya terpaku pada permukaan pintu berwarna cokelat tua di hadapannya. Di balik pintu itu... ada wanita yang baru saja membuat seluruh keyakinannya tentang masa lalu berantakan. Wanita yang memiliki wajah ibunya. Wanita yang beberapa detik lalu menatapnya dengan mata penuh air mata dan mengatakan bahwa dirinya belum pernah mati. Raymond perlahan mengangkat tangan. Jemarinya hampir menyentuh gagang pintu. "Jangan, Tuan." Suara John terdengar dari belakang. Raymond menoleh tajam. John segera berhenti beberapa langkah darinya. Dua pengawal berada di belakang pria itu, masing-masing membawa senjata dan memasang kewasp

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Disembunyikan

    Gelap total. Dalam sekejap, mansion tua itu berubah menjadi lautan kegelapan. "Jangan bergerak!" Suara John terdengar tegas dari bawah tangga. Para pengawal Raymond langsung membentuk lingkaran perlindungan. Senjata mereka terangkat, sementara beberapa orang menyalakan senter kecil dari peralatan yang mereka bawa. Raymond tidak peduli. "Ken!" Ia menatap ke arah lantai atas. Tidak ada jawaban. "Ken!" Kali ini ia berteriak lebih keras. Hanya gema suaranya yang terdengar. Kemudian dari suatu tempat di lantai atas terdengar suara langkah kaki. Satu. Dua. Tiga. Perlahan. Berat. Raymond langsung mengangkat kepalanya. "Siapa di sana?" Tidak ada jawaban. John bergerak mendekati Raymond. "Tuan, jangan naik sendirian." "Aku tidak punya pilihan." "Ini jebakan." "Aku tahu." Raymond menatap tangga yang gelap. "Justru karena itu aku harus naik." Ia baru hendak melangkah ketika suara Charles terdengar dari belakangnya. "Selamat datang, Raymond." Raymond berhenti. Suara

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Rahasia yang Ditinggalkan Maria

    Raymond terdiam. Nama Maria kembali menggema di dalam kepalanya. Rahasia. Warisan. Dua kata itu terasa seperti potongan teka-teki yang selama bertahun-tahun sengaja disembunyikan darinya. "Apa yang sebenarnya disembunyikan ibu?" Charles menatap putranya beberapa detik sebelum menjawab. "Beberapa minggu sebelum kematiannya, Maria mulai bersikap berbeda." Raymond mengerutkan kening. "Berbeda bagaimana?" "Dia menjadi lebih berhati-hati." Charles berjalan perlahan menuju ruang utama mansion. "Dia mengganti beberapa pengawal. Mengunci ruang kerjanya. Bahkan memutus hubungan dengan beberapa orang yang selama bertahun-tahun bekerja untuk keluarga kita." Raymond mengikuti dengan tatapan tajam. "Dan kau tidak bertanya?" "Aku bertanya." Charles berhenti. "Dia tidak menjawab." Raymond tertawa hambar. "Jadi sekarang kau ingin aku percaya bahwa kau tidak tahu apa-apa?" "Aku tahu sebagian." Charles menoleh. "Tapi tidak semuanya." Elena yang sejak tadi diam akhirnya berkata,

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Rahasia yang Disembunyikan

    Raymond tidak bergerak.Selama beberapa detik, tubuhnya berdiri kaku di halaman depan mansion tua itu. Cahaya lampu kekuningan yang baru menyala dari dalam bangunan jatuh tepat ke wajah wanita yang berdiri di ambang pintu.Raymond menatapnya tanpa berkedip.Wajah itu.Garis rahangnya. Bentuk matanya. Lekuk bibirnya. Bahkan kebiasaan kecilnya memiringkan kepala ketika sedang menatap seseorang.Semuanya begitu familiar.Terlalu familiar.Seolah sebuah bagian dari masa kecil Raymond tiba-tiba keluar dari foto lama dan berdiri hidup-hidup di hadapannya.Bibir Raymond bergetar."Ma...?"Suara itu keluar begitu lirih hingga hampir tertelan angin malam.Wanita tersebut langsung menutup mulut dengan kedua tangannya. Air matanya mengalir deras."Raymond..."Satu kata.Namun suara itu menghantam dada Raymond jauh lebih keras daripada suara tembakan mana pun yang pernah ia dengar.Dadanya terasa sesak.Kenangan masa kecil berkelebat begitu cepat di kepalanya.Sebuah taman.Ayunan kayu.Tangan le

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Maria Antonio

    Malam semakin larut. Namun bagi Raymond, waktu seolah berhenti tepat pada saat John mengucapkan satu nama yang selama bertahun-tahun hanya hidup di dalam ingatan. Charles Antonio. Ayahnya. Pria yang selama ini ia yakini telah mati. Raymond masih berdiri di tengah ruang keamanan Rumah Sakit Pusat. Cahaya kebiruan dari puluhan monitor CCTV jatuh di wajahnya yang kaku. Untuk beberapa detik, ia bahkan tidak berkedip. Tangannya perlahan turun dari sisi tubuh. "Ulangi." Suaranya rendah. John menelan ludah sebelum menjawab. "Mansion itu tercatat dalam dokumen lama keluarga Antonio, Tuan." Ia membuka salah satu berkas digital di tabletnya. "Dan nama yang tercantum sebagai pemilik adalah..." John berhenti sejenak. "Charles Antonio." Ruangan mendadak terasa lebih sempit. Raymond menatap layar. Di sana terpampang salinan dokumen lama dengan tanda tangan yang sudah menguning dimakan usia. Charles Antonio. Tanda tangan itu sangat dikenalnya. Raymond pernah melihatnya berkali-ka

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Mengerti

    Charles kembali menatap hujan. "Jangan biarkan dia keluar dari kamar." Elena mengangguk. Namun sebelum meninggalkan ruangan, ia berhenti. "Charles." Pria itu menoleh. "Bagaimana kalau Ken mengingat semuanya?" Charles terdiam beberapa detik. Kemudian menjawab tenang. "Dia akan mengingat." Elena membelalak. "Kalau begitu—" "Justru itu yang aku inginkan." Charles tersenyum tipis. "Biarkan dia mengingat." "Biarkan dia tahu." "Kenapa?" Charles menatap Elena. "Karena dia akan membawa ketakutan itu kepada Raymond." Kamar wanita misterius Di lantai dua mansion... seorang wanita berdiri sendirian di depan cermin. Rambut panjangnya terurai hingga melewati bahu. Gaun sederhana berwarna gelap membungkus tubuhnya. Di jarinya terdapat sebuah cincin tua. Cincin emas dengan ukiran bunga kecil. Ia mengangkat tangannya. Menatap cincin tersebut. Jari-jarinya sedikit gemetar. Kemudian matanya kembali menatap pantulan wajah sendiri. Wajah yang hampir identik dengan Maria Anto

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Sang Mafia Kehilangan Arah

    Mobil Raymond memasuki halaman mansion. ajahnya masih setenang biasanya—dingin dan tertutup. Ia bahkan belum menyadari bahwa ada sesuatu yang hilang malam itu.Langkahnya mantap ketika memasuki ruang utama. Jas hitamnya masih rapi, aroma rokok dan parfum mahal bercampur samar di udara. Dan Ken berj

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Hening dan Tegang

    Tak lama kemudian, mereka sampai kembali di Mansion Raymond. Pintu mobil terbuka. Ken, asisten Raymond dan para anak buah serempak menunduk. Raymond turun lebih dulu. Clara melangkah mengikutinya, sedikit tertinggal di belakang.Salah satu anak buah melirik Clara terlalu lama.“Jaga pandanganmu,”

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pura-pura menjadi Kekasih Tuan Mafia

    Clara membeku mendengar itu. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Langkahnya gontai mengikuti Raymond dan anak buahnya menuju mobil. Di dalam mobil, Clara hanya bisa membisu. Di saat yang bersamaan, air mata Clara kembali menggenang. Perasaannya kembali bercampur. Putus asa dan pengharapan, semuan

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Clara, Tawanan Tuan Mafia

    Sementara di tempat gelap itu, harapan Clara nyaris padam. Langkahnya terseret, kakinya terasa berat seperti diikat beban. Clara menghela napas panjang. Ia merasa seperti orang yang sudah tak punya pilihan. Bunyi pintu besi ditutup terdengar lebih keras dari sebelumnya. Clara berdiri beberap

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status