공유

Keluarga Kecil

작가: Miss Wang
last update 게시일: 2026-05-21 14:30:51

Menjelang siang, suasana mansion berubah jauh lebih santai dibanding biasanya. Para pengawal Raymond tetap berjaga di luar dengan pakaian hitam dan alat komunikasi di telinga mereka, tetapi aura mencekam yang dulu selalu menyelimuti rumah itu perlahan memudar.

Kini vas bunga segar menghiasi meja-meja sudut.

Musik piano instrumental mengalun pelan dari ruang tengah.

Bahkan beberapa pelayan mulai berani bercanda kecil satu sama lain saat bekerja.

Di balkon lantai dua, Clara berdiri sambil men
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Jejak Wajah yang Hilang

    Pintu kayu tua itu tertutup tepat di depan wajah Raymond. BRAK! Bunyi benturannya menggema di sepanjang koridor mansion, lalu perlahan lenyap ditelan kesunyian. Raymond berhenti. Untuk beberapa detik, ia hanya berdiri di tempatnya. Dada pria itu masih naik turun akibat berlari. Napasnya berat, tetapi bukan kelelahan yang membuatnya terdiam. Tatapannya terpaku pada permukaan pintu berwarna cokelat tua di hadapannya. Di balik pintu itu... ada wanita yang baru saja membuat seluruh keyakinannya tentang masa lalu berantakan. Wanita yang memiliki wajah ibunya. Wanita yang beberapa detik lalu menatapnya dengan mata penuh air mata dan mengatakan bahwa dirinya belum pernah mati. Raymond perlahan mengangkat tangan. Jemarinya hampir menyentuh gagang pintu. "Jangan, Tuan." Suara John terdengar dari belakang. Raymond menoleh tajam. John segera berhenti beberapa langkah darinya. Dua pengawal berada di belakang pria itu, masing-masing membawa senjata dan memasang kewasp

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Disembunyikan

    Gelap total. Dalam sekejap, mansion tua itu berubah menjadi lautan kegelapan. "Jangan bergerak!" Suara John terdengar tegas dari bawah tangga. Para pengawal Raymond langsung membentuk lingkaran perlindungan. Senjata mereka terangkat, sementara beberapa orang menyalakan senter kecil dari peralatan yang mereka bawa. Raymond tidak peduli. "Ken!" Ia menatap ke arah lantai atas. Tidak ada jawaban. "Ken!" Kali ini ia berteriak lebih keras. Hanya gema suaranya yang terdengar. Kemudian dari suatu tempat di lantai atas terdengar suara langkah kaki. Satu. Dua. Tiga. Perlahan. Berat. Raymond langsung mengangkat kepalanya. "Siapa di sana?" Tidak ada jawaban. John bergerak mendekati Raymond. "Tuan, jangan naik sendirian." "Aku tidak punya pilihan." "Ini jebakan." "Aku tahu." Raymond menatap tangga yang gelap. "Justru karena itu aku harus naik." Ia baru hendak melangkah ketika suara Charles terdengar dari belakangnya. "Selamat datang, Raymond." Raymond berhenti. Suara

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Rahasia yang Ditinggalkan Maria

    Raymond terdiam. Nama Maria kembali menggema di dalam kepalanya. Rahasia. Warisan. Dua kata itu terasa seperti potongan teka-teki yang selama bertahun-tahun sengaja disembunyikan darinya. "Apa yang sebenarnya disembunyikan ibu?" Charles menatap putranya beberapa detik sebelum menjawab. "Beberapa minggu sebelum kematiannya, Maria mulai bersikap berbeda." Raymond mengerutkan kening. "Berbeda bagaimana?" "Dia menjadi lebih berhati-hati." Charles berjalan perlahan menuju ruang utama mansion. "Dia mengganti beberapa pengawal. Mengunci ruang kerjanya. Bahkan memutus hubungan dengan beberapa orang yang selama bertahun-tahun bekerja untuk keluarga kita." Raymond mengikuti dengan tatapan tajam. "Dan kau tidak bertanya?" "Aku bertanya." Charles berhenti. "Dia tidak menjawab." Raymond tertawa hambar. "Jadi sekarang kau ingin aku percaya bahwa kau tidak tahu apa-apa?" "Aku tahu sebagian." Charles menoleh. "Tapi tidak semuanya." Elena yang sejak tadi diam akhirnya berkata,

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Rahasia yang Disembunyikan

    Raymond tidak bergerak.Selama beberapa detik, tubuhnya berdiri kaku di halaman depan mansion tua itu. Cahaya lampu kekuningan yang baru menyala dari dalam bangunan jatuh tepat ke wajah wanita yang berdiri di ambang pintu.Raymond menatapnya tanpa berkedip.Wajah itu.Garis rahangnya. Bentuk matanya. Lekuk bibirnya. Bahkan kebiasaan kecilnya memiringkan kepala ketika sedang menatap seseorang.Semuanya begitu familiar.Terlalu familiar.Seolah sebuah bagian dari masa kecil Raymond tiba-tiba keluar dari foto lama dan berdiri hidup-hidup di hadapannya.Bibir Raymond bergetar."Ma...?"Suara itu keluar begitu lirih hingga hampir tertelan angin malam.Wanita tersebut langsung menutup mulut dengan kedua tangannya. Air matanya mengalir deras."Raymond..."Satu kata.Namun suara itu menghantam dada Raymond jauh lebih keras daripada suara tembakan mana pun yang pernah ia dengar.Dadanya terasa sesak.Kenangan masa kecil berkelebat begitu cepat di kepalanya.Sebuah taman.Ayunan kayu.Tangan le

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Maria Antonio

    Malam semakin larut. Namun bagi Raymond, waktu seolah berhenti tepat pada saat John mengucapkan satu nama yang selama bertahun-tahun hanya hidup di dalam ingatan. Charles Antonio. Ayahnya. Pria yang selama ini ia yakini telah mati. Raymond masih berdiri di tengah ruang keamanan Rumah Sakit Pusat. Cahaya kebiruan dari puluhan monitor CCTV jatuh di wajahnya yang kaku. Untuk beberapa detik, ia bahkan tidak berkedip. Tangannya perlahan turun dari sisi tubuh. "Ulangi." Suaranya rendah. John menelan ludah sebelum menjawab. "Mansion itu tercatat dalam dokumen lama keluarga Antonio, Tuan." Ia membuka salah satu berkas digital di tabletnya. "Dan nama yang tercantum sebagai pemilik adalah..." John berhenti sejenak. "Charles Antonio." Ruangan mendadak terasa lebih sempit. Raymond menatap layar. Di sana terpampang salinan dokumen lama dengan tanda tangan yang sudah menguning dimakan usia. Charles Antonio. Tanda tangan itu sangat dikenalnya. Raymond pernah melihatnya berkali-ka

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Mengerti

    Charles kembali menatap hujan. "Jangan biarkan dia keluar dari kamar." Elena mengangguk. Namun sebelum meninggalkan ruangan, ia berhenti. "Charles." Pria itu menoleh. "Bagaimana kalau Ken mengingat semuanya?" Charles terdiam beberapa detik. Kemudian menjawab tenang. "Dia akan mengingat." Elena membelalak. "Kalau begitu—" "Justru itu yang aku inginkan." Charles tersenyum tipis. "Biarkan dia mengingat." "Biarkan dia tahu." "Kenapa?" Charles menatap Elena. "Karena dia akan membawa ketakutan itu kepada Raymond." Kamar wanita misterius Di lantai dua mansion... seorang wanita berdiri sendirian di depan cermin. Rambut panjangnya terurai hingga melewati bahu. Gaun sederhana berwarna gelap membungkus tubuhnya. Di jarinya terdapat sebuah cincin tua. Cincin emas dengan ukiran bunga kecil. Ia mengangkat tangannya. Menatap cincin tersebut. Jari-jarinya sedikit gemetar. Kemudian matanya kembali menatap pantulan wajah sendiri. Wajah yang hampir identik dengan Maria Anto

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Clara, Tawanan Tuan Mafia

    Sementara di tempat gelap itu, harapan Clara nyaris padam. Langkahnya terseret, kakinya terasa berat seperti diikat beban. Clara menghela napas panjang. Ia merasa seperti orang yang sudah tak punya pilihan. Bunyi pintu besi ditutup terdengar lebih keras dari sebelumnya. Clara berdiri beberap

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dijodohkan

    Clara menghantam pintu itu dengan kedua tangannya. “Buka! Tolong buka! Aku mohon!” Tak ada jawaban. Clara merosot ke lantai. Tangannya gemetar, nafasnya terputus-putus. Ia memeluk lututnya, tubuhnya meringkuk sekecil mungkin, seolah ingin menghilang ke dalam bayangan. Air mata jatuh tanpa bisa d

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dikurung di Basement

    Clara masih terpaku di tempatnya ketika Raymond mengangkat tangan sedikit.Isyarat itu cukup.Ken, asistennya, langsung melangkah maju. Tanpa banyak bicara, ia mengeluarkan ponsel, menyebutkan angka, lalu mengangguk pelan pada manajer bar. Tidak ada negosiasi. Tidak ada tawar-menawar. Tidak ada yan

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dijual Paman, Dibeli Tuan Mafia

    Keesokan paginya, Clara bangun dengan kepala yang sakit dan dada yang masih terasa sesak.Seluruh tubuhnya nyeri sebab tidur di atas lantai yang keras dan dingin. Dalam hatinya, ada kemarahan yang belum menemukan jalan keluar. Clara bangkit perlahan. Tangannya gemetar saat merapikan rambut cokelat

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status