مشاركة

Bahagia

مؤلف: Miss Wang
last update تاريخ النشر: 2026-07-12 16:36:52

Clara mengusap matanya perlahan.

"Lalu sejak tadi cuma memandangiku?"

"Iya."

"Memangnya tidak bosan?"

"Tidak."

jawab Raymond tanpa berpikir.

"Aku bahkan bisa melakukan ini sampai malam."

Clara tertawa kecil.

"Untung Antonio Group punya banyak direktur."

"Kalau tidak..."

"CEO-nya pasti sudah dipecat."

Raymond ikut tertawa.

"Hari ini aku memang sengaja tidak bekerja."

"Aku sendiri yang membatalkan seluruh jadwal."

Clara langsung menatapnya.

"Seluruhnya?"

Raymond mengangguk.

"Rapa
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Lari

    Suasana seketika menegang. Ken langsung memberi isyarat cepat menggunakan jemarinya. Diam. Jangan bergerak. Jangan bernapas terlalu keras. Keempat pria itu merapat ke dinding beton yang dipenuhi lumut. Seorang pengawal bahkan memejamkan mata, berusaha mengendalikan napasnya yang mulai memburu. Di dalam gudang... Pria berjubah itu mulai berjalan. Tok... Tok... Tok... Suara sepatu kulitnya menggema di lantai semen yang retak-retak. Setiap langkah terasa semakin dekat. Semakin dekat. Bayangannya memanjang hingga hampir mencapai tempat Ken bersembunyi. Ken perlahan menyelipkan tangan ke balik jasnya. Jarinya menyentuh gagang pistol. Namun ia tidak menariknya. Perintah Raymond masih terngiang jelas di kepalanya. Mengawasi. Mengumpulkan informasi. Bukan menciptakan baku tembak. Tok... Tok... Tok... Pria itu akhirnya berhenti. Hanya dipisahkan oleh dinding kayu tua yang telah keropos. Jarak mereka... Tak sampai satu meter. Ken bahkan dapat mendengar suara napas

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Maria Antonio?

    Tudung hitam itu terangkat perlahan.Jemari pria berjubah itu bergerak tenang, menyibakkan kain hitam yang selama beberapa saat menutupi wajahnya. Gerakannya tidak terburu-buru. Justru terlalu lambat, seolah sengaja membiarkan setiap detik di dalam gudang tua itu dipenuhi ketegangan yang menyesakkan.Sinar matahari yang menyusup dari celah-celah atap seng yang berlubang jatuh tepat di sisi wajahnya. Debu-debu halus menari di udara, diterpa cahaya yang membentuk garis-garis keemasan di ruangan remang tersebut.Dari balik dinding gudang, Ken membeku.Dadanya seakan berhenti mengembang.Mata pria itu membelalak lebar.Sorot matanya tak berkedip sedikit pun.Wajah yang muncul dari balik tudung itu...Memiliki rahang tegas.Hidung mancung.Garis-garis ketegasan di sekitar bibir.Sorot mata tajam yang penuh wibawa.Bahkan guratan uban tipis di kedua pelipisnya pun terlihat begitu familiar.Ken mengenali wajah itu.Bukan...Lebih tepatnya, wajah itu terlalu sering ia lihat selama bertahun-ta

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Mustahil

    Suara mesin SUV hitam milik tim keamanan Antonio nyaris tak terdengar ketika perlahan meninggalkan halaman belakang mansion. Di balik kemudi duduk salah seorang pengawal kepercayaan Ken. Sementara Ken sendiri menempati kursi penumpang depan. Di kursi belakang, dua pengawal lain telah menyiapkan perlengkapan komunikasi berukuran kecil lengkap dengan earpiece yang biasa mereka gunakan saat menjalankan operasi pengamanan. Tak ada seorang pun yang banyak bicara. Wajah mereka serius. Mereka memahami satu hal. Perintah Raymond pagi itu bukan sekadar mengikuti seseorang. Mereka sedang diminta mengungkap sebuah rahasia. Rahasia yang bahkan mungkin berkaitan dengan masa lalu keluarga Antonio. Beberapa kilometer di depan... Sedan hitam milik Elena melaju dengan kecepatan sedang, meninggalkan kawasan elite tempat Mansion Antonio berdiri. Jalanan kota mulai ramai. Lampu lalu lintas silih berganti. Mobil dan sepeda motor memenuhi setiap persimpangan. Elena menggenggam kemudi begitu

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Curiga

    Fajar menyingsing perlahan di atas Mansion Antonio. Kabut tipis masih menggantung di antara deretan pohon cemara yang mengelilingi halaman seluas hampir dua hektare itu. Embun membasahi hamparan rumput hijau yang dipangkas rapi, sementara bunga mawar putih di taman mulai membuka kelopaknya, menyambut hangatnya cahaya matahari yang perlahan muncul dari ufuk timur. Suasana pagi terasa begitu damai. Terlalu damai. Seolah mansion megah itu sedang berusaha melupakan badai yang mengguncangnya sehari sebelumnya. Di lantai dua, pada sebuah kamar tamu yang menghadap langsung ke taman belakang, Elena baru saja selesai merapikan tempat tidurnya. Ia mengenakan blus putih lengan panjang dan celana kain berwarna krem. Rambut hitamnya yang sebahu dibiarkan tergerai sederhana. Tatapannya kosong. Semalaman ia hampir tidak memejamkan mata. Bayangan foto Maria yang retak, kerumunan wartawan, hingga tuduhan yang dilontarkan di depan gerbang mansion terus berputar di kepalanya tanpa henti. Saat

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Siapa yang Jahat?

    Kedua telapak tangan Raymond menghantam meja kerja begitu keras. Seluruh isi meja bergetar. Tempat pena terjatuh ke lantai. Pigura foto keluarga bergeser hingga hampir roboh. Cangkir kopi bergetar hebat, menumpahkan sedikit cairan hitam ke atas meja. "Cukup!" bentaknya. Suara itu menggema memenuhi seluruh ruang kerja. "Ibu tidak pernah melakukan itu!" "Ibu mengajariku arti kejujuran!" "Ibu mengajariku menghormati hukum!" "Beliau bahkan mengembalikan dompet orang asing yang tertinggal di taman!" "Beliau..." Suara Raymond mendadak terputus. Dadanya berguncang hebat. Napasnya terasa berat. Ken tetap berdiri di tempatnya. "Saya juga berharap semua ini salah, Tuan." "Sungguh." "Tetapi..." "...jejak administrasinya terlalu banyak." Ia kembali mengeluarkan beberapa dokumen lain. "Perusahaan cangkang." "Transfer dana lintas negara." "Rekening escrow." "Nominee director." "Invoice fiktif." "Bill of lading palsu." "Semuanya saling terhubung." "Modusnya menunjukkan j

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Kenyataan

    Ruang kerja Raymond kembali tenggelam dalam keheningan yang terasa begitu menyesakkan.Tak ada lagi suara selain detak halus jam antik di sudut ruangan dan dengung pelan pendingin udara yang berembus konstan.Cahaya matahari pagi yang menembus jendela besar memantul di permukaan meja kerja dari kayu walnut, menerangi lembaran-lembaran dokumen yang kini berserakan di hadapan Raymond.Pria itu masih berdiri membeku.Tatapannya terpaku pada selembar dokumen fotokopi yang telah menguning dimakan usia.Jemarinya mencengkeram kertas itu begitu kuat hingga sudut-sudutnya mulai kusut.Urat-urat di punggung tangannya tampak menonjol.Namun ia sama sekali tidak menyadarinya.Sorot matanya tak lagi berkedip.Seolah seluruh kesadarannya berhenti tepat pada nama yang tercetak di bagian bawah dokumen itu.Maria Antonio.Nama yang selama tiga puluh tahun lebih selalu ia hormati.Nama yang selama ini menjadi lambang ketulusan, kejujuran, dan kehormatan bagi keluarga Antonio.Kini...Nama itu berdiri

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Baku Hantam

    Di markas, Adrian dan Sofia mulai merasa gelisah. Di ruang utama yang remang, Adrian berdiri menghadap jendela tinggi, jarinya mengetuk gelas kristal dengan ritme yang tak sabar. Jam dinding berdetak pelan, namun setiap detiknya terasa seperti ejekan.Sofia duduk di sofa kulit, kakinya yang jenjang

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Sang Mafia Kehilangan Arah

    Mobil Raymond memasuki halaman mansion. ajahnya masih setenang biasanya—dingin dan tertutup. Ia bahkan belum menyadari bahwa ada sesuatu yang hilang malam itu.Langkahnya mantap ketika memasuki ruang utama. Jas hitamnya masih rapi, aroma rokok dan parfum mahal bercampur samar di udara. Dan Ken berj

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Hening dan Tegang

    Tak lama kemudian, mereka sampai kembali di Mansion Raymond. Pintu mobil terbuka. Ken, asisten Raymond dan para anak buah serempak menunduk. Raymond turun lebih dulu. Clara melangkah mengikutinya, sedikit tertinggal di belakang.Salah satu anak buah melirik Clara terlalu lama.“Jaga pandanganmu,”

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pura-pura menjadi Kekasih Tuan Mafia

    Clara membeku mendengar itu. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Langkahnya gontai mengikuti Raymond dan anak buahnya menuju mobil. Di dalam mobil, Clara hanya bisa membisu. Di saat yang bersamaan, air mata Clara kembali menggenang. Perasaannya kembali bercampur. Putus asa dan pengharapan, semuan

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status