Share

Alasan

Penulis: Miss Wang
last update Tanggal publikasi: 2026-07-09 15:57:42

Klik...

Daun pintu terbuka perlahan hingga menimbulkan bunyi lirih dari engsel tua yang mulai dimakan usia.

Cahaya kekuningan dari lampu lorong menyelinap masuk ke dalam kamar, memanjang di atas lantai parket hingga berhenti tepat di kaki Elena.

Di ambang pintu...

Clara berdiri mematung.

Kedua matanya langsung menyapu seluruh ruangan.

Tatapannya mula-mula berhenti pada Elena yang masih berdiri di depan meja kecil dekat jendela.

Lalu bergeser ke arah pigura foto yang berada di atas meja.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Lari

    Suasana seketika menegang. Ken langsung memberi isyarat cepat menggunakan jemarinya. Diam. Jangan bergerak. Jangan bernapas terlalu keras. Keempat pria itu merapat ke dinding beton yang dipenuhi lumut. Seorang pengawal bahkan memejamkan mata, berusaha mengendalikan napasnya yang mulai memburu. Di dalam gudang... Pria berjubah itu mulai berjalan. Tok... Tok... Tok... Suara sepatu kulitnya menggema di lantai semen yang retak-retak. Setiap langkah terasa semakin dekat. Semakin dekat. Bayangannya memanjang hingga hampir mencapai tempat Ken bersembunyi. Ken perlahan menyelipkan tangan ke balik jasnya. Jarinya menyentuh gagang pistol. Namun ia tidak menariknya. Perintah Raymond masih terngiang jelas di kepalanya. Mengawasi. Mengumpulkan informasi. Bukan menciptakan baku tembak. Tok... Tok... Tok... Pria itu akhirnya berhenti. Hanya dipisahkan oleh dinding kayu tua yang telah keropos. Jarak mereka... Tak sampai satu meter. Ken bahkan dapat mendengar suara napas

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Maria Antonio?

    Tudung hitam itu terangkat perlahan.Jemari pria berjubah itu bergerak tenang, menyibakkan kain hitam yang selama beberapa saat menutupi wajahnya. Gerakannya tidak terburu-buru. Justru terlalu lambat, seolah sengaja membiarkan setiap detik di dalam gudang tua itu dipenuhi ketegangan yang menyesakkan.Sinar matahari yang menyusup dari celah-celah atap seng yang berlubang jatuh tepat di sisi wajahnya. Debu-debu halus menari di udara, diterpa cahaya yang membentuk garis-garis keemasan di ruangan remang tersebut.Dari balik dinding gudang, Ken membeku.Dadanya seakan berhenti mengembang.Mata pria itu membelalak lebar.Sorot matanya tak berkedip sedikit pun.Wajah yang muncul dari balik tudung itu...Memiliki rahang tegas.Hidung mancung.Garis-garis ketegasan di sekitar bibir.Sorot mata tajam yang penuh wibawa.Bahkan guratan uban tipis di kedua pelipisnya pun terlihat begitu familiar.Ken mengenali wajah itu.Bukan...Lebih tepatnya, wajah itu terlalu sering ia lihat selama bertahun-ta

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Mustahil

    Suara mesin SUV hitam milik tim keamanan Antonio nyaris tak terdengar ketika perlahan meninggalkan halaman belakang mansion. Di balik kemudi duduk salah seorang pengawal kepercayaan Ken. Sementara Ken sendiri menempati kursi penumpang depan. Di kursi belakang, dua pengawal lain telah menyiapkan perlengkapan komunikasi berukuran kecil lengkap dengan earpiece yang biasa mereka gunakan saat menjalankan operasi pengamanan. Tak ada seorang pun yang banyak bicara. Wajah mereka serius. Mereka memahami satu hal. Perintah Raymond pagi itu bukan sekadar mengikuti seseorang. Mereka sedang diminta mengungkap sebuah rahasia. Rahasia yang bahkan mungkin berkaitan dengan masa lalu keluarga Antonio. Beberapa kilometer di depan... Sedan hitam milik Elena melaju dengan kecepatan sedang, meninggalkan kawasan elite tempat Mansion Antonio berdiri. Jalanan kota mulai ramai. Lampu lalu lintas silih berganti. Mobil dan sepeda motor memenuhi setiap persimpangan. Elena menggenggam kemudi begitu

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Curiga

    Fajar menyingsing perlahan di atas Mansion Antonio. Kabut tipis masih menggantung di antara deretan pohon cemara yang mengelilingi halaman seluas hampir dua hektare itu. Embun membasahi hamparan rumput hijau yang dipangkas rapi, sementara bunga mawar putih di taman mulai membuka kelopaknya, menyambut hangatnya cahaya matahari yang perlahan muncul dari ufuk timur. Suasana pagi terasa begitu damai. Terlalu damai. Seolah mansion megah itu sedang berusaha melupakan badai yang mengguncangnya sehari sebelumnya. Di lantai dua, pada sebuah kamar tamu yang menghadap langsung ke taman belakang, Elena baru saja selesai merapikan tempat tidurnya. Ia mengenakan blus putih lengan panjang dan celana kain berwarna krem. Rambut hitamnya yang sebahu dibiarkan tergerai sederhana. Tatapannya kosong. Semalaman ia hampir tidak memejamkan mata. Bayangan foto Maria yang retak, kerumunan wartawan, hingga tuduhan yang dilontarkan di depan gerbang mansion terus berputar di kepalanya tanpa henti. Saat

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Siapa yang Jahat?

    Kedua telapak tangan Raymond menghantam meja kerja begitu keras. Seluruh isi meja bergetar. Tempat pena terjatuh ke lantai. Pigura foto keluarga bergeser hingga hampir roboh. Cangkir kopi bergetar hebat, menumpahkan sedikit cairan hitam ke atas meja. "Cukup!" bentaknya. Suara itu menggema memenuhi seluruh ruang kerja. "Ibu tidak pernah melakukan itu!" "Ibu mengajariku arti kejujuran!" "Ibu mengajariku menghormati hukum!" "Beliau bahkan mengembalikan dompet orang asing yang tertinggal di taman!" "Beliau..." Suara Raymond mendadak terputus. Dadanya berguncang hebat. Napasnya terasa berat. Ken tetap berdiri di tempatnya. "Saya juga berharap semua ini salah, Tuan." "Sungguh." "Tetapi..." "...jejak administrasinya terlalu banyak." Ia kembali mengeluarkan beberapa dokumen lain. "Perusahaan cangkang." "Transfer dana lintas negara." "Rekening escrow." "Nominee director." "Invoice fiktif." "Bill of lading palsu." "Semuanya saling terhubung." "Modusnya menunjukkan j

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Kenyataan

    Ruang kerja Raymond kembali tenggelam dalam keheningan yang terasa begitu menyesakkan.Tak ada lagi suara selain detak halus jam antik di sudut ruangan dan dengung pelan pendingin udara yang berembus konstan.Cahaya matahari pagi yang menembus jendela besar memantul di permukaan meja kerja dari kayu walnut, menerangi lembaran-lembaran dokumen yang kini berserakan di hadapan Raymond.Pria itu masih berdiri membeku.Tatapannya terpaku pada selembar dokumen fotokopi yang telah menguning dimakan usia.Jemarinya mencengkeram kertas itu begitu kuat hingga sudut-sudutnya mulai kusut.Urat-urat di punggung tangannya tampak menonjol.Namun ia sama sekali tidak menyadarinya.Sorot matanya tak lagi berkedip.Seolah seluruh kesadarannya berhenti tepat pada nama yang tercetak di bagian bawah dokumen itu.Maria Antonio.Nama yang selama tiga puluh tahun lebih selalu ia hormati.Nama yang selama ini menjadi lambang ketulusan, kejujuran, dan kehormatan bagi keluarga Antonio.Kini...Nama itu berdiri

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Tuan Mafia Kejam

    Para anak buahnya serentak menunduk.Sementara itu, melihat kedatangan seorang Raymond Antonio, tubuh Ny. Eva semakin gemetar dan tangisannya semakin keras, melengking menusuk gendang telinga. “T-Tuan Raymond… aku mohon… aku akan bayar… aku—”Raymond mendekat, tatapannya kosong. Tidak ada amarah. T

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Gadis Yatim Piatu, Clara

    “Lepaskan aku!”Teriakan Clara tenggelam oleh dentuman musik dan tawa para pria yang memenuhi ruangan. Dua penjaga menyeretnya keluar dari kamar sempit itu, langkahnya terseret di lantai. Kain hitam yang tipis membalut tubuhnya begitu ketat, memamerkan lekuk yang paling sensitif. Bagian atasnya te

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Tewasnya Sang Psikopat

    Angin malam masih meraung keras di atas gedung tua itu, membawa aroma asin laut dan suara deburan ombak yang menghantam tebing di bawah sana. Namun kini tidak ada lagi bentakan penuh amarah ataupun suara perkelahian brutal. Semuanya mendadak terasa sunyi setelah tubuh Thomas menghilang ke dalam gel

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Obsesi

    Clara mundur satu langkah lagi tanpa sadar. Jemarinya yang menggenggam ponsel terasa dingin dan mati rasa, sementara matanya terpaku pada sosok Thomas yang berdiri beberapa meter di depannya. Wajah itu masih sama seperti yang ia kenal selama lima tahun terakhir—tenang, rapi, penuh kelembutan—tetapi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status