Tak lama kemudian, Argan pulang ke penthouse.Aroma parfum wanita yang menyengat dan noda samar kemerahan di kerah kemeja Argan itu menghantam kesadaranku lebih keras daripada demam yang baru saja reda. Tubuhku yang tadinya rileks dalam pelukannya mendadak kaku. Rasa curiga yang tajam langsung membakar dada, mengalahkan rasa takutku pada pria ini. Aku tidak bisa membiarkan ini lewat begitu saja.Aku mendorong dada bidang Argan pelan namun tegas, menciptakan jarak di antara tubuh kami agar aku bisa melihat wajahnya. Argan yang matanya sudah setengah terpejam karena kantuk, membuka matanya kembali dengan kening berkerut tidak suka karena posisi nyamannya terganggu."Kenapa, Nara? Tidurlah, jangan banyak bergerak," gumamnya dengan suara serak, mencoba menarik pinggangku kembali menempel padanya.Aku menahan bahunya dengan telapak tanganku, menolak untuk ditarik mendekat sebelum dia memberikan penjelasan."Bapak bohong soal kurir paket itu, kan?" tanya
Last Updated : 2026-02-12 Read more