Suara gemuruh dari dalam perutku menghentikan semua aktivitas di meja makan kayu itu. Aku dan Argan sama-sama terdiam kaku mendengar suara protes fisik tersebut."Apakah kamu lapar?" tanya Argan memecah keheningan dengan suara baritonnya yang tenang."Iya, Pak. Perut saya kosong karena belum makan makanan berat sejak pagi tadi," jawabku jujur sambil menundukkan kepala dalam-dalam."Maafkan kelalaian saya hari ini. Keadaan kacau tadi membuat saya lupa memperhatikan jadwal makan kamu," ucap Argan dengan nada suara penuh penyesalan.Argan mengangkat tangan kirinya untuk melihat penunjuk waktu. Pria itu melirik jam tangan mahalnya yang melingkar pas di pergelangan tangannya."Kita berdua sudah melewatkan jam makan siang dan jam makan malam secara bersamaan," kata Argan setelah melihat angka pada layar jam tangannya."Pantas saja perut saya berbunyi sangat keras tadi, Pak," timpalku mencoba mengurangi ketegangan di antara kami berdua.Argan segera bangkit berdiri dari kursi kayu yang dia d
최신 업데이트 : 2026-02-17 더 보기