Langkah kaki Long Xuan menghantam selasar kayu selaras dengan amuk di dadanya. Amarah membakar kewarasan yang tersisa setelah menyaksikan keintiman yang memuakkan antara istrinya dan Murong Xie di meja makan tadi. Ia melesat bagai badai, jubah luarnya berkibar tajam tertiup angin pagi.Di tikungan koridor menuju Paviliun Murong Shi, seorang gadis berpakaian sutra merah muda muncul tiba-tiba. Karena langkahnya yang terlalu kalap, Long Xuan hampir menabrak gadis itu. Namun, tanpa sepatah kata maaf, tanpa melirik sedikit pun, sang Adipati terus melesat pergi. Gadis itu, Murong Lian, terpaku. Ia menoleh, menatap punggung tegap yang kian menjauh itu dengan napas tertahan. Jantungnya berdegup kencang, terpesona oleh aura maskulin yang begitu dominan. "Siapa dia?" bisik Lian pada pelayannya, suaranya bergetar."Itu Adipati Long Xuan, Nona Muda. Suami Nona Murong Shi."Lian terpana. Bayangan wajah dingin Long Xuan terpatri di benaknya. Dalam sekejap, ia membayangkan jika pria itu berhe
Read more