Kabar mengenai janin yang bersemayam di rahim Murong Lian terbang bagaikan anak panah yang melesat menembus dinding Kediaman Murong. Tidak butuh waktu lama bagi Murong Xi, putra sulung keluarga Murong untuk memacu kudanya menuju Kediaman Long.Siang itu, matahari bersinar terik, namun suasana di ruang tamu utama Kediaman Long terasa sedingin es. Liya duduk dengan anggun, mengenakan hanfu sutra berwarna biru pucat, menjamu kakak tirinya dengan teh terbaik. Namun, tatapan mata Murong Xi tidak tertuju pada cangkir tehnya; matanya liar, mencari-cari sosok yang menjadi alasan kedatangannya."Kau tampak gelisah, Kakak Xi," ucap Liya tenang, membelah kesunyian. "Lian'er sedang beristirahat. Tabib bilang kandungannya lemah, ia butuh ketenangan ekstra.""Kau tidak marah atau kecewa karena Lian hamil lebih dulu?" tanya Murong Xi tiba-tiba.Liya terdiam sejenak, mengira kakaknya sedang mencoba menghibur. "Tidak, Kak. Jika memang ini takdirku, aku terima. Selama Long Xuan mempertahankanku seba
Read more