Lu Chen yang berjaga di depan pintu, menahan sejenak langkah Nyonya Adipatinya. "Nyonya, tadi Tuan Adipati berpesan, beliau tidak ingin diganggu," bisiknya."Aku mengerti, tapi ini penting," jawab Liya singkat. Lu Chen tak berani membantah dan membiarkannya masuk.Di dalam, ruangan itu sunyi dan beraroma arak yang tipis. Long Xuan duduk di meja kerjanya, menunduk membaca gulungan dokumen tanpa sedikit pun mendongak saat Liya masuk. Liya memilih diam, ia menyeduh teh dengan tenang lalu meletakkan secangkir hangat di meja kerja suaminya."Minumlah dulu, Xuan," ucap Liya lembut. Ia menatap wajah suaminya; memar kebiruan di bawah matanya mulai memudar, namun gurat penderitaan di sana masih jelas. Liya hendak mengambil obat dari balik hanfu-nya saat Xuan bersuara dingin."Shishi ... Bisakah kau biarkan aku sendiri? Aku sedang tidak ingin bertemu siapa-siapa.""Termasuk aku?" tanya Liya, nadanya mulai menajam.Xuan tetap diam, matanya terpaku pada dokumen. Kesal karena diabaikan, Liya
Read more