Pria itu berdiri di ambang pintu. Wajahnya sulit dijelaskan. Biasanya raut itu selalu datar, nyaris tanpa emosi. Namun kali ini berbeda. Mata abu-abunya tampak basah, berkaca-kaca oleh luapan perasaan yang begitu kuat hingga membuat Valeriana tertegun. Ada keterkejutan, ketidakpercayaan, dan … haru yang mendalam.Kael pasti mendengar semuanya.Kesadaran itu membuat Valeriana mendadak gugup. Ia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, seolah ingin menyembunyikan kegugupannya.“Suamiku? Kau … sudah pulang?”Kael tidak menjawab. Ia melangkah masuk perlahan, sepatunya menapak karpet tebal sambil menghindari pecahan cangkir di lantai. Dengan tatapan yang masih dipenuhi rasa tak percaya, ia berjalan mendekati Valeriana. Entah mengapa, sesak yang tadi menghimpit dadanya perlahan menghilang, berganti dengan perasaan hangat, bahagia, yang tak mampu ia deskripsikan.Kael berhenti tepat di hadapan Valeriana. Ia hanya menatap istrinya.Gadis kecil yang baru saja berubah menjadi singa betina d
Zuletzt aktualisiert : 2026-02-02 Mehr lesen