Devan mencengkeram pinggiran meja dengan sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya. Pandangannya mulai mengabur, sementara detak jantungnya berpacu kencang. Rasa panas yang membakar dari dalam tubuhnya membuat setiap sentuhan Evelyn di lengannya terasa seperti sengatan listrik yang menggoda. "Mas, ayo... kamu sudah tidak kuat berdiri," bisik Evelyn lembut, mencoba menuntun langkah Devan menuju pintu keluar restoran. "Jangan... sentuh... aku!" Devan menggeram, suaranya terdengar sangat dalam dan serak. Dengan sisa kekuatan dan kesadarannya yang kian menipis, ia menyentak tangan Evelyn hingga gadis itu terhuyung ke belakang. Devan tahu ada yang tidak beres. Ini bukan sekadar alkohol. Ia adalah seorang dokter, ia hafal reaksi tubuh terhadap zat kimia. Dengan langkah gontai dan napas yang memburu, Devan memaksakan diri menjauh dari Evelyn, keluar dari restoran mewah itu menuju lift. Ia harus segera pergi, ia tidak boleh terjebak dal
Last Updated : 2026-02-26 Read more