"Maaf, kamu siapa, Nak?" suara lemah namun ramah itu keluar dari mulut Kemuning saat ia membuka pintu jati di depan rumahnya yang asri. "Saya Aurelia, Bu. Temannya Vanya," jawab Aurel dengan nada yang dijaga setenang mungkin. Kemuning sedikit terperanjat, matanya yang mulai sayu tampak berbinar. "Nak Aurel temannya Vanya?" tanyanya sekali lagi, seolah ingin memastikan bahwa wanita cantik dengan pembawaan anggun di depannya ini benar-benar mengenal putri kesayangannya. Aurelia tersenyum lembut dan mengangguk pasti. "Iya, Bu. Kedatangan saya ke Bandung khusus untuk menemui Ibu." Kemuning segera melebarkan pintu rumahnya, mempersilakan Aurel masuk dengan tangan gemetar karena haru. "Mari, Nak. Silakan masuk. Maaf, rumahnya agak berantakan karena Ibu memang sedang kurang sehat akhir-akhir ini." Aurel melangkah masuk ke dalam ruang tamu yang sederhana namun terasa hangat. Aroma minyak kayu putih menyeruak, mempertegas kondisi kesehatan Kemuning yang memang sedang menurun, persis
Last Updated : 2026-03-18 Read more