Selamat pagi, dok." Suara perawat yang diminta Devan untuk merawat Vanya, baru saja tiba di apartemen Devan dan langsung menuju kamar utama. Mengejutkan mereka yang sedang terbaring bertumpukan di atas tempat tidur. Devan bergegas berdiri dan merapihkan kemejanya yang kusut karena cengkeraman Vanya. "Pa—pagi," Sahut Devan gugup. Wajah Devan memanas, rona merah menjalar hingga ke telinganya. Ia berdeham berkali-kali, berusaha mengembalikan wibawa dokternya yang sempat runtuh dalam sepersekian detik. Sementara itu, Vanya masih terbaring lemas dengan napas yang mulai berangsur tenang, meski sorot matanya masih menyimpan kebingungan mendalam atas kedekatan yang baru saja terjadi. Perawat itu, seorang gadis muda bernama Suster Dila sempat terpaku di ambang pintu. Namun, sebagai seorang tenaga medis yang berpegang teguh pada profesi, dengan cepat menguasai keadaan dan bersikap seolah tidak melihat adegan intim tadi. "Maaf, Dok. Saya tadi dipersilakan masuk oleh Ibu Kemuning. Beliau se
Read more