/ Romansa / ANESTESI RINDU / BAB 52 BUKTI KEJAHATAN

공유

BAB 52 BUKTI KEJAHATAN

작가: Yoongina
last update 게시일: 2026-04-05 10:36:38
Keheningan yang mencekam menyelimuti ruangan setelah sentakan listrik kedua. Mata Devan terpaku pada monitor, napasnya tertahan di tenggorokan. Detik demi detik terasa seperti keabadian sampai akhirnya...

​Bip... bip... bip...

​Garis zig-zag yang kacau itu mulai teratur kembali. Meski lemah, irama jantung Vanya kembali muncul di layar.

​"Sinus ritme, Dok! Saturasi mulai naik ke 88%," seru perawat dengan nada lega yang luar biasa.

​Devan melepaskan paddles dari tangannya, bahunya merosot
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • ANESTESI RINDU   BAB 58 KERJASAMA DI RUANG OPERASI

    Evelyn segera mencegat dan menarik tangan Devan tepat setelah pria itu melangkah keluar dari ruang kerja Henry Harrington. ​"Mas, kenapa kamu membawa pergi Vanya? Apa maksudmu sebenarnya? Kenapa kamu begitu peduli pada gadis itu!" tuntutnya penuh emosi. Butiran air mata mulai menggenang di pelupuk mata Evelyn. ​Devan menatap wajah Evelyn dengan penuh kebencian. Namun, di balik kemarahan itu, terselip sedikit rasa iba. Ia tahu kenyataan sebenarnya di keluarga Harrington yang belum terungkap, bahwa Evelyn bukanlah putri kandung Henry. Devan tidak bisa membayangkan bagaimana nasib gadis di depannya ini jika kebenaran itu terbongkar. Fakta, bahwa segala kemewahan yang ia nikmati saat ini sebenarnya adalah milik Vanya. ​"Karena aku mencintai Vanya," jawab Devan tegas, menepis tangan Evelyn dengan kasar. ​"Aku calon istrimu, Mas!" pekik Evelyn tidak terima. ​"Kalau kamu ingin dicintai, segera akhiri perjodohan ini dan carilah pria yang benar-benar bisa memberikan hatinya untukmu. Jika

  • ANESTESI RINDU   BAB 57 ANCAMAN DEVAN

    Selamat pagi, dok." Suara perawat yang diminta Devan untuk merawat Vanya, baru saja tiba di apartemen Devan dan langsung menuju kamar utama. Mengejutkan mereka yang sedang terbaring bertumpukan di atas tempat tidur. Devan bergegas berdiri dan merapihkan kemejanya yang kusut karena cengkeraman Vanya. "Pa—pagi," Sahut Devan gugup. Wajah Devan memanas, rona merah menjalar hingga ke telinganya. Ia berdeham berkali-kali, berusaha mengembalikan wibawa dokternya yang sempat runtuh dalam sepersekian detik. Sementara itu, Vanya masih terbaring lemas dengan napas yang mulai berangsur tenang, meski sorot matanya masih menyimpan kebingungan mendalam atas kedekatan yang baru saja terjadi. ​Perawat itu, seorang gadis muda bernama Suster Dila sempat terpaku di ambang pintu. Namun, sebagai seorang tenaga medis yang berpegang teguh pada profesi, dengan cepat menguasai keadaan dan bersikap seolah tidak melihat adegan intim tadi. ​"Maaf, Dok. Saya tadi dipersilakan masuk oleh Ibu Kemuning. Beliau se

  • ANESTESI RINDU   BAB 56 DETAK JANTUNG YANG TAK PERNAH LUPA

    Devan terpaku mendengar cerita Kemuning. Matanya memerah, air mata keluar dari kelopak matanya yang terbuka lebar. "Shinta Harrington adalah penjahat yang sebenarnya, dia telah memisahkan Vanya dari orang tua kandungnya." Lirih Devan dengan perasaan terluka. Kemuning mengusap air matanya setelah mengakhiri cerita panjang 26 tahun silam. " Saya takut, Ny. Shinta akan mencelakai Vanya, dok. Saya yakin, Ny. Shinta tidak akan membiarkan tuan Henry mengetahui kalau Nona Evelyn bukanlah anak kandungnya." Kemarahan yang dingin merayap di sekujur tubuh Devan. Ia mengepalkan tangannya. Kebenaran ini jauh lebih mengerikan dari apa pun yang pernah ia bayangkan. Ternyata, wanita yang selama ini ia panggil "Tante Shinta", wanita yang hampir menjadi ibu mertuanya melalui perjodohan paksa, adalah seorang monster yang tega membuang bayi sahabatnya sendiri demi sebuah status dan kekayaan. ​"Jadi selama ini..." suara Devan bergetar, "Henry Harrington... dia membesarkan anak orang lain yang bahkan t

  • ANESTESI RINDU   BAB 55 26 TAHUN YANG LALU

    FLASHBACK 26 TAHUN LALU "Kamu jangan macam-macam Shinta. Orang tuaku tidak akan mengijinkan aku menikah lagi!" Ucap Henry saat sahabat dekatnya itu meminta untuk dinikahi karena sedang mengandung anak dari kekasihnya yang memilih pergi dan tidak mau bertanggung jawab. "Naomi juga sedang hamil. Tidak mungkin aku mengkhianati istriku." "Tapi kamu tahu ayahku, Hen. Dia seorang dokter bedah yang keras dan kaku. Mungkin karena bergabung dengan militer membuatnya sekeras itu. Aku takut. Apa kamu tidak khawatir denganku dan calon bayiku, Hen." Henry menatap perut Shinta dengan wajah masam. Perut yang masih rata karena baru berusia dua bulan, sama dengan usia kandungan Naomi, Istrinya. "Gugurkan saja!" "Tidak!" Jerit Shinta kencang. "Aku hanya butuh status suami untuk menjaga nama baik keluargaku, Hen. Aku janji tidak akan menuntut apapun. Kamu sahabatku satu-satunya, Naomi juga wanita yang baik dan pengertian. Dia pasti mau mengerti." "Aku tidak—" "Henry. Kita sudah bersahaba

  • ANESTESI RINDU   BAB 54 RAHASIA KEMUNING

    "Maafkan ibu, dr. Devan. Sungguh. Ibu tidak mengenal Shinta Harrington." Jawab Kemuning menatap jemarinya yang bertaut gelisah. "Coba di ingat-ingat lagi bu. Mungkin—" "Benar, dok. Ibu tidak kenal" Devan menghela nafas pendek. "Baiklah. Saya tidak akan memaksa kalau ibu tidak mau cerita. Tapi, tolong ibu pahami. Situasi ini sudah sangat berbahaya untuk ibu dan Vanya." Devan terdiam sejenak, "—saran ibu benar. Ibu dan Vanya harus pindah dari sana untuk sementara waktu. Malam ini juga kita akan menuju apartemen saya di Dago." Ambulans melaju membelah dinginnya udara malam Kota Bandung. Di dalam ambulans hanya ada keheningan, menyisakan suara mesin yang menderu pelan dan bunyi monitor jantung Vanya yang mulai kembali stabil. Devan menyandarkan punggungnya pada dinding ambulans, matanya tak lepas dari wajah pucat Vanya, namun pikirannya tertambat pada raut ketakutan Kemuning yang tampak sangat janggal. ​"Apartemen saya di Dago memiliki sistem keamanan ganda, Bu. Tidak sembarang o

  • ANESTESI RINDU   BAB 53 ORANG SURUHAN

    Suasana di dalam kabin ambulans yang semula hanya diisi bunyi ritme monitor berubah menjadi mencekam. Devan menatap layar ponselnya dengan rahang mengeras, lalu melirik ke spion kecil yang terhubung ke arah jalan raya di belakang mereka. Sebuah mobil SUV hitam dengan lampu redup terus menjaga jarak, membuntuti mereka sejak keluar dari gerbang tol Pasteur. ​"Pak, injak gasnya! Ada yang mengikuti kita!" seru Devan melalui jendela kecil yang menghubungkan ruang medis dengan kemudi. ​Ambulans itu meraung, kecepatannya meningkat drastis menembus kegelapan jalur arah Bandung. Namun, mobil SUV di belakang mereka ikut menambah kecepatan. Tak lama kemudian, mobil itu mulai bermanuver nekat, mencoba memepet bodi ambulans dari sisi kanan, berusaha memaksa sopir ambulans untuk menepi ke bahu jalan. ​"Dokter! Mereka mencoba menabrak kita!" teriak Kemuning histeris sambil berpegangan erat pada brankar Vanya. ​"Tetap tenang, Bu! Pegangi tangan Vanya, jangan biarkan dia terguncang!" Devan menc

  • ANESTESI RINDU   BAB 51 RENCANA LICIK ADAM

    "De—Devan." Shinta tersenyum memandang Devan yang berdiri kaku menatap wajahnya."Tante tidak kenal dengan ibu ini, tadi tante pikir dia kerabat yang sudah lama tidak pernah bertemu, ternyata salah." Kilahnya, melepaskan genggamannya pada Kemuning. Devan mengalihkan pandangannya pada Kemuning yang

  • ANESTESI RINDU   BAB 11 PERINTAH KELUARGA ALARIC

    Devan melajukan sedan hitamnya di tengah gerimis hujan. Ia menghembuskan nafas panjang mengingat kejadian di rumah Evelyn. Devan memahami situasinya, undangan makan malam ini, juga perintah penugasan ke Singapura adalah cara Dr. Gunawan untuk menjodohkan keponakannya, Evelyn, dengan dirinya.Begitu

  • ANESTESI RINDU   BAB 10 JAMUAN MAKAN MALAM

    Kediaman keluarga Harrington malam itu tampak benderang. Gerbang besi tinggi menjulang terbuka otomatis, menyambut sedan hitam Devan memasuki pelataran luas dengan air mancur bergaya Eropa di tengahnya. Devan menghentikan mobilnya, menatap sejenak bangunan megah di depannya dengan napas berat. Jika

  • ANESTESI RINDU   BAB 9 BERITA HEBOH

    "Apa yang kamu lakukan pada Vanya?" tanya Adam dengan suara meninggi, melangkah lebar mendekati tempat tidur. "Dokter Siska bilang dia pingsan di ruanganmu. Kamu menyiksanya dengan banyak tugas karena dia seorang residen kan?"​Devan berdiri perlahan. Tubuhnya yang lebih tinggi dan tegap menciptaka

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status