Share

38. Model Profesional

Penulis: Leva Lorich
last update Tanggal publikasi: 2026-02-06 09:41:43

Pram menjadi cengar-cengir salah tingkah. “Eh, iya, Bu. Saya memang jarang pakai. Stok di rumah cuma sedikit. Kebetulan sedang dijemur semua sekarang,” ia spontan menyilangkan dua lengan kekarnya ke bagian tersebut.

Namun Sisil justru melotot. “Siapa yang nyuruh nutupin pakai tangan?!“ ia menyentak, matanya melotot pura-pura marah. “Biasa aja kali, Mas! Santai dan nggak perlu malu,” ia bahkan yang menepis sendiri tangan Pram.

“Kan nggak ada orang lain di rumah ini selain kita. Paling cepet anak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   429. Tujuh Jam

    "Ayo, Mass, ke kamar yuk. Nggak usah banyak mikir lagi di sini," rengek Sinar sembari menarik lembut tangan Pram, menuntunnya menuju pintu rumah.Pram mengikuti langkah Sinar dengan perasaan yang jauh lebih ringan dibanding sebelumnya. Di dalam benaknya, ia merasa sangat lega karena masalah Sisil akhirnya mendapatkan titik terang dan teratasi dengan sangat baik.'Hahhh, kelar juga akhirnya urusan ini. Kalau gini kan aku bisa cepet ambil libur buat jenguk Tari dan Sarah di kota sebelah. Aku udah kangen berat sama mereka berdua,' batin Pram sembari menapaki anak tangga yang dingin. Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti di tengah tangga, ia menoleh ke arah koridor kamar Daniah yang nampak tertutup rapat."Nar, kalau ibumu tahu gimana? Kita berduaan di kamar kamu itu risiko banget lho," bisik Pram tepat di telinga Sinar.Sinar hanya tertawa kecil, suara tawanya terdengar nakal di kesunyian malam itu. "Nggak bakal tahu, Mas. Ibu itu tipe yang betah banget di kamar kalau udah rebahan, apal

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   428. Panggilan Baru

    "Simpel aja, Paman. Syaratnya cuma satu, jangan coba-coba bantu Andri buat lolos dari hukuman lewat pengacara atau jalur belakang mana pun. Ingat ya, kami memiliki bukti yang sangat banyak dan kuat buat menyeret kalian semua masuk dalam satu sel yang sama kalau Paman berani main-main!" tegas Sisil sembari menatap tajam ke arah Bondan.Sisil membetulkan posisi duduknya, membuat blus tipisnya semakin menjiplak jelas bentuk sepasang semangka miliknya yang ranum. Ia seolah ingin menunjukkan bahwa otoritas di rumah itu sudah sepenuhnya kembali ke tangannya."Baik, Sil. Aku janji nggak akan bantu dia lagi. Aku juga sudah nggak sudi melihat muka anak itu. Semua usahaku dalam merawatnya sejak kecil, menyayangi dia seperti anak kandung sendiri, ternyata cuma dibalas dengan air tuba sama dia. Dia hampir saja bikin aku jadi pembunuh keponakanku sendiri," sahut Bondan dengan nada suara yang penuh dengan rasa sesal dan luka batin yang dalam."Bagus kalau Paman sadar. Kalau begitu silakan kalian ma

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   427. Syarat Lain

    "Setelah Pak Fendi dan para polisi pergi membawa Andri dengan tangan terborgol, suasana rumah megah itu mendadak sunyi meski semua orang kini berkumpul di ruang tengah yang luas. Aroma ketegangan masih terasa di sana, berbaur dengan wangi parfum ruangan yang elegan.Sisil berdiri tegak di tengah ruangan, auranya sebagai nyonya besar kembali sepenuhnya. Ia menatap Bondan dan Daniah yang kini duduk menunduk canggung di sofa mahalnya. Sisil melipat tangan di bawah dadanya, secara tidak sengaja membuat sepasang semangka miliknya semakin membusung dan menekan kain blus yang ia kenakan." Tante Daniah juga dijebak sama Paman buat ikut rencana gila ini?" tanyanya dengan suara tenang namun mengintimidasi.Daniah sejenak melirik kakaknya dengan tatapan ragu. Ia meremas jemarinya sendiri, lalu menggeleng pelan karena takut didamprat oleh Bondan yang nampak masih tak terima jika Daniah berubah haluan.Melihat ibunya yang gemetar karena takut, Sinar melangkah maju. Kaos ketat merah muda yang i

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   426. Bukti Tersembunyi

    “Kamu memang paling tahu seluk beluk kamarmu. Tapi aku tahu seluk beluk isi kepala orang licik sepertimu, Ndri. Orang kayak kamu pasti merasa paling aman kalau barang buktinya sudah dipindahkan,” kata Pram dengan nada suara yang rendah dan mengintimidasi sembari melangkah yakin menuju sofa bed yang terletak di sudut ruangan.Pram mengabaikan tatapan tajam Andri yang seolah ingin membunuhnya. Ia berjongkok di depan sofa tersebut, lalu dengan gerakan cepat merogoh ke dalam celah tersembunyi di celah kain penutup bagian bawah sofa yang sedikit sobek. Sesuai perhitungannya yang sangat matang, tadi pagi ia sengaja membagi bubuk racun itu menjadi tiga bagian. Satu ia bawa ke laboratorium untuk tes, satu ia kembalikan ke tempat asalnya di bawah ranjang yang benar saja kini sudah raib dibersihkan Andri, dan satu bagian lagi ia simpan di bawah sofa itu sebagai cadangan.Sebungkus plastik klip kecil berisi serbuk gelap sekitar seratus gram ia keluarkan dengan perlahan. Pram berdiri dan menga

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   425. Seluk Beluk Kamar

    “Tunggu dulu! Kalian nggak boleh asal nangkap aku cuma berdasarkan laporan sepihak dari Sisil saja. Harus ada bukti yang menguatkan kalau emang aku yang ngelakuin semua ini!” teriak Andri sembari menepis tangan petugas kepolisian yang hendak menjangkau lengannya, wajahnya yang tadi pucat kini nampak memerah karena amarah yang dipaksakan.“Barang buktinya ada di kamar kamu sendiri kan, Ndri? Kamu pikir aku nggak tahu apa yang kamu simpen di dalam sana?” dengus Pram dengan nada dingin, matanya menatap Andri dengan kebencian yang mendalam.Andri tertawa sumbang, ia mencoba menguasai keadaan meskipun jantungnya berdegup kencang di balik kemeja mahalnya. “Mana ada? Itu kan cuma kecurigaan liar kamu saja, Pram. Kamu pelayan nggak tahu diri yang cuma pengen menjatuhkan aku supaya bisa dapet muka di depan Sisil!”"Jangan asal ngomong kamu, Pram. Kalau nggak ada bukti, jangan mengada-ada! Awas saja kamu kalau sampai memfitnah anakku yang nggak bersalah!" imbuh Bondan masih berusaha menutup mat

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   424. Racun Dalam Darah

    "Apa maksud kamu, Sil?! Jangan coba-coba mengadu domba aku dengan anakku sendiri! Dia itu harapan keluarga kami!" sentak Bondan sembari melangkah maju dengan wajah merah padam, urat-urat di lehernya nampak menegang saking emosinya.Sisil hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh arti dan nampak sangat dingin. "Bukan adu domba namanya kalau ada fakta dan bukti yang mengikuti setiap kata-kataku, Paman. Aku nggak bakal berani ngomong begini kalau cuma modal omong kosong.""Fakta? Bukti? Apa maksudmu?! Jangan sok jadi detektif di rumah ini!" tanya Bondan sembari menoleh ke arah Andri yang nampak mulai gelisah meski berusaha tetap terlihat tenang di kursinya."Oke, aku mau tanya sama Paman. Kemarin itu aku masuk rumah sakit karena diagnosa penyakit apa? Kenapa kondisiku bisa drop sampai nggak bisa jalan sama sekali dalam waktu singkat?" tanya Sisil sembari memperbaiki posisi blusnya, membuat sepasang semangka miliknya yang ranum nampak menekan kain itu dengan sangat jelas.Bondan t

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   132. Kerja Rodi

    "Aku nggak mau tahu alasannya. Kamu nggak usah membela diri lagi! Pokoknya, Mas Pram, hari ini bener-bener nyebelin!" ketus Sisil sambil menghentakkan kakinya ke lantai teras.Sisil langsung berdiri dengan gerakan sewot, mengabaikan wajah Pram yang melongo dan serba salah. Ia melangkah masuk ke da

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   110. Aku Butuh Kamu Lagi Secepatnya!

    "Mas Pram, ini kacau banget! Ada pertengkaran ronde baru di sini. Tante Cindy sama Tari lagi adu mulut parah banget di ruang tengah!" seru Dara dari seberang telepon, suaranya terdengar panik bercampur geram.Pram segera menekan tombol loudspeaker agar Sisil yang masih bersandar di bahunya bisa iku

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   107. Sangat Jauh Berbeda

    "Ayo cepat jalan, Mas. Aku suntuk banget di rumah, rasanya kepalaku mau meledak kalau lama-lama di sini," ucap Sisil sesaat setelah ia membanting pintu mobil dengan keras. Napasnya masih menderu cepat, dan Pram bisa melihat bahwa riasan di wajah anggun Sisil sedikit berantakan akibat emosi yang me

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   109. Masih Ada Keributan Lain

    "Bu Sisil, ini steaknya sudah jadi. Tapi porsinya agak kebanyakan sih, kayaknya ini cukup buat makan empat orang sekaligus," ucap Pram sambil membawa sepiring besar steak wagyu yang aromanya sangat menggugah selera ke ruang makan yang bernuansa mewah namun sepi itu.Sisil menoleh dengan mata yang s

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status