共有

38. Model Profesional

作者: Leva Lorich
last update 公開日: 2026-02-06 09:41:43

Pram menjadi cengar-cengir salah tingkah. “Eh, iya, Bu. Saya memang jarang pakai. Stok di rumah cuma sedikit. Kebetulan sedang dijemur semua sekarang,” ia spontan menyilangkan dua lengan kekarnya ke bagian tersebut.

Namun Sisil justru melotot. “Siapa yang nyuruh nutupin pakai tangan?!“ ia menyentak, matanya melotot pura-pura marah. “Biasa aja kali, Mas! Santai dan nggak perlu malu,” ia bahkan yang menepis sendiri tangan Pram.

“Kan nggak ada orang lain di rumah ini selain kita. Paling cepet anak
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   436. Panggilan Dari Kepolisian

    “Lho, Bu Daniah di sini toh?! Pantesan saya ngetuk pintu kamar Ibu dari tadi nggak ada jawaban sama sekali sampai saya muter ke atas,” jawab Pram dengan nada bicara yang sangat tenang, raut wajahnya tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun meskipun jantungnya sempat berdegup kencang.Daniah mengerutkan kening, menatap Pram dengan sisa-sisa kecurigaan di matanya yang mulai sayu karena kurang tidur. “Ngapain kamu nyari saya ke kamar, Pram? Saya tadi di dapur lagi bantuin beresin sisa makanan.”“Itu, Bu. Saya cuma mau mastiin koper-koper besar milik Pak Bondan sudah diturunkan semua atau belum. Soalnya Bu Sisil tadi pesen lewat pesan singkat kalau jam delapan pagi ini semua harus sudah siap di depan teras. Saya tadi ke kamar Sinar juga buat nanyain kuncinya, tapi katanya dia lagi mandi,” imbuh Pram sembari melangkah turun dengan santai, tangannya merapikan kerah kemejanya yang sedikit kusut karena semalam terhimpit tubuh Sinar yang sedang menikmati pedang pusakanya.Daniah akhirnya mengan

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   435. Menyelinap Keluar

    "Sssttt, tenang dulu, Nar. Jangan panik," bisik Pram tepat di telinga Sinar sembari membekap pelan mulut wanita itu agar tidak bersuara terlalu keras.Pram segera berjingkat turun dari ranjang tanpa busana, gerakannya sangat lincah layaknya seekor kucing. Ia melesat masuk ke dalam kamar mandi yang berpintu kaca buram, lalu menyalakan pancuran air dengan volume maksimal. Suara gemericik air yang menghantam lantai keramik segera memenuhi ruangan, menciptakan kamuflase suara yang sempurna untuk menutupi kehadiran pria di dalam sana.Sinar menarik napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang berdegup kencang. Ia menyambar handuk putih yang tersampir di sandaran kursi, melilitkannya dengan terburu-buru hingga menutupi sepasang semangka miliknya yang tanpa bra, lalu melangkah menuju pintu dan membukanya sedikit."Ibuuu, ada apa sih pagi-pagi begini ngetuk pintu? Aku baru aja mau mandi nih, udah nyalain air," ucap Sinar dengan nada ketus yang dibuat-buat agar nampak natural.Daniah

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   434. Sudah Janji

    “Nggak, Maasss. Aku udah janji mau main sampai jam lima pagi. Aku harus buktiin kalau aku pantas buat kamu!” racau Sinar dengan mata yang mulai sayu, namun pinggulnya masih berusaha menghentak meski tubuhnya sudah gemetaran hebat.“Sinar!” bentak Pram dengan nada rendah namun tegas.Melihat kondisi Sinar yang sudah di ambang batas kewajaran, Pram segera bertindak. Ia memegang kedua pinggul Sinar yang licin oleh keringat, lalu dengan satu gerakan tenaga yang besar, ia memaksa mendorong tubuh Sinar ke samping dan membalikkan posisi hingga kini ia yang kembali menindih wanita itu di atas ranjang. Pram mengunci kedua pergelangan tangan Sinar di atas kepala, menatap wajah wanita itu yang nampak pucat dengan sisa-sisa air mata di sudut matanya.“Dengerin aku, Nar. Kita ini bukan lagi lomba kuat-kuatan di atas kasur. Ini bukan adu panco yang harus ada pemenangnya. Kamu sadar nggak sih?! Kamu bisa celaka kalau terus-terusan maksa jantung kamu kerja sekeras itu!” ucap Pram sembari mengatur n

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   433. Penuh Obsesi

    "Jangan sedih, sayang. Meski besok kamu harus ikut pindah bareng keluargamu ke rumah Bu Sisil lainnya, kita tetap satu kota dan masih gampang banget buat ketemu kapan aja kamu mau," ucap Pram sembari mengusap lembut pipi Sinar yang masih nampak merona setelah badai gairah ronde sebelumnya.Sinar menghela napas panjang, ia membenamkan wajahnya di dada bidang Pram, merasakan detak jantung pria itu yang mulai kembali stabil. "Tapi posisiku sekarang ini serba salah, Mas. Aku ada di lingkup orang-orang yang dibenci Kak Sisil karena ulah Paman Bondan dan Ibu. Aku canggung banget jadinya kalau harus berhadapan sama Kak Sisil."Pram mengecup puncak kepala Sinar dengan penuh kasih sayang, tangannya tidak berhenti membelai kulit punggung Sinar yang halus. "Besok aku akan ngomong pelan-pelan ke Bu Sisil biar dia lebih memperhatikan kamu. Biar dia tahu kalau kamu itu beda sama yang lain dan nggak punya niat jahat sedikit pun.""Beneran, Mas? Kamu mau bantu aku ngomong ke Kak Sisil?" tanya Sinar s

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   432. Permintaan Sedih

    “Oke, kalau itu maumu, Nar. Siap-siap ya, kali ini aku nggak bakal kasih kamu napas lagi,” bisik Pram dengan suara rendah yang menggetarkan syaraf Sinar.Pram kembali menggoyang pinggulnya, namun kali ini ia tidak memberikan tempo pemanasan seperti tadi. Ia langsung memacu irama permainannya dengan tempo yang sangat cepat, jauh lebih brutal daripada sebelumnya. Setiap hentakannya kini terasa seperti meriam yang menghantam tembok pertahanan Sinar tanpa ampun. Tongkat baseball miliknya yang sudah panas membara itu keluar masuk di dalam lorong labirin Sinar dengan kecepatan yang membuat suara tamparan daging dan beceknya cairan gairah terdengar riuh memenuhi kamar.Sinar membelalak, mulutnya menganga tanpa bisa mengeluarkan kata-kata yang jelas. “Ooo oooh ooo, hmmm ahhh,”Ia hanya bisa mendesah parau sambil meremas kuat bahu Pram yang berkeringat. Tubuh Sinar terguncang hebat di atas kasur. Kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan secara liar mengikuti ritme pompoan Pram yang semakin

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   431. Masih Mampu

    "Tahan ya, Nar, aku mulai naikin kecepatannya sekarang," bisik Pram dengan napas yang memburu di ceruk leher Sinar.Pram mulai meningkatkan tempo permainannya secara drastis. Ia menarik keluar tongkat baseball miliknya hingga nyaris terlepas dari lorong labirin Sinar, hanya menyisakan bagian ujungnya yang panas, sebelum kemudian menghujamkannya kembali sekuat tenaga hingga pangkal pahanya membentur bantalan belakang Sinar dengan suara dentuman daging yang nyaring. Gerakan maju mundur itu mulai menciptakan suara becek yang memenuhi ruangan, akibat cairan gairah Sinar yang sudah meluap-luap membasahi seluruh area penyatuan mereka.Sinar hanya bisa meracau tak jelas, kepalanya menggeleng-geleng liar di atas bantal. Setiap kali pedang pusaka Pram menusuk pusat hulu ledak miliknya, ia merasa seolah ada kembang api yang meledak di dalam kepalanya. Pram tidak memberikan ampun sedikit pun. Tangannya yang kekar kini memegang kedua pergelangan tangan Sinar dan menguncinya di atas kepala, se

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   65. Kondisi Terbalik

    "Tunggu dulu, Tan! Jangan buru-buru," ucap Pram sambil menahan bibir Intan dengan telunjuknya, menghentikan gerakan gadis itu yang sudah hampir menempelkan bibir panasnya ke bibir Pram.Intan mengerjap kaget, matanya yang sayu karena demam menatap Pram dengan bingung. "Ada apa sih, Mas? Kok pake di

    last update最終更新日 : 2026-03-23
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   69. Memasang Mental Baja

    "Aduh, siapa sih yang telepon jam segini? Ganggu aja orang lagi nyembuhin demam," keluh Intan sambil mengusap sudut bibirnya yang masih tersisa jejak putih.Pram segera bangkit dan meraih ponselnya, matanya membelalak saat melihat nama yang tertera di layar. "Waduh, Tan... ini dari Bu Sisil!""Hah?

    last update最終更新日 : 2026-03-23
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   62. Memeriksa Lebih Detail

    "Aduh! Sori, sori Mas! Aku beneran nggak sengaja, lupa kalau masih megang pisau," seru Intan sambil segera menarik tangannya dari leher Pram dan mundur beberapa langkah dengan wajah yang nampak menyesal sekaligus cemas.Pram menghela napas panjang, mencoba meredakan detak jantungnya yang sempat ber

    last update最終更新日 : 2026-03-23
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   67. Kecepatan Tinggi

    Pram melepaskan pagutan bibir mereka sejenak, menatap Intan yang wajahnya kini nampak sangat bergairah dengan keringat tipis yang mulai membasahi dahi. "Gimana? Udah mulai kerasa panasnya pindah ke badanku kan, Tan?"Intan hanya bisa mengangguk lemah, kedua tangannya kini mulai berani merayap turun

    last update最終更新日 : 2026-03-23
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status