مشاركة

BAB 98.FAMILIAR.

مؤلف: MARIWINA
last update تاريخ النشر: 2026-07-27 22:46:27

Ternyata Gracela tidak jadi datang keesokan harinya, malah beberapa barang lebih dulu datang bertumpuk di mess tempat Diandra dan Rieke tinggal,akhirnya diputuskan Gracela tinggal di mess utama disambut Rieke dan Diandra dengan saling tos tangan.

Rupanya kedatangan ibu Gracela telah menjadi pembicaraan umum di pabrik

Pada saat makan siang, Diandra dan Rieke menuju ke kantin , para pekerja pabrik sudah mengantri mengambil makanan, terdengar suara seorang perempuan,"Pabrik kita akan bertambah per
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 98.FAMILIAR.

    Ternyata Gracela tidak jadi datang keesokan harinya, malah beberapa barang lebih dulu datang bertumpuk di mess tempat Diandra dan Rieke tinggal,akhirnya diputuskan Gracela tinggal di mess utama disambut Rieke dan Diandra dengan saling tos tangan.Rupanya kedatangan ibu Gracela telah menjadi pembicaraan umum di pabrikPada saat makan siang, Diandra dan Rieke menuju ke kantin , para pekerja pabrik sudah mengantri mengambil makanan, terdengar suara seorang perempuan,"Pabrik kita akan bertambah perempuan ayu,""Siapa mbak?" tanya seorang pria."Kulo mboten ngertos,katanya desainer perhiasan,pasti cuantik seperti mbak Diandra dan mbak Rieke.""Cantik dan harum," timpal seorang wanita."Kedatangan mbak Diandra dan Mbak Rieke ditambah lagi dengan desainer cantik , suasana pabrik akan semakin semarak sumringah."Diandra dan Rieke menulikan telinga mereka, menyapa dan tersenyum kepada mereka yang dekat dengan antrian mereka."Mbak Diandra katanya akan ketambahan desainer?"tanya seorang ibu y

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 97.DINDING BERTELINGA

    Diandra bergegas meninggalkan ruang kerja pak Mihardo, membiarkan mbak Mirna dan Hafid mengurus pak Mihardo. Hafid rupanya tahu caranya menangani sesak nafas yang dialami pak Mihardo. Sambil berlari kecil menuju ruangannya, pikiran Diandra flashback ke masa lalu , luka lama kembali membawa ketakutan dalam dirinya, takut jika pak Mihardo adalah Feliks Kartamihardo owner PT Kencana Mulia Abadi minta maaf dan meminta Diandra kembali kepadanya. 'Oh... tidak! Bagaimana kalau dia tahu anak yang ditabraknya adalah anak kandungnya?' batin Diandra. 'Baby boy anakku, kelak Mike Kaiser akan mengangkatnya sebagai anaknya.' Pikirnya. Dengan tubuh gemetar disertai wajah pucat Diandra masuk ke ruang kerja nya,"Hai,ada apa denganmu. Seperti kau dikejar setan."teriak Rieke. Diandra tidak merespons, mengambil tumbler nya langsung meneguk air karena tergesa-gesa menyebabkan Diandra tersedak diikuti dengan batuk -batuk. Rieke langsung berdiri dari kursinya mendekati Diandra menepuk lembut punggung D

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 96. BERPISAH DAN BERTEMU.

    Baby boy diajak para pengawal pribadi jalan-jalan ke mall membeli apapun yang baby boy inginkan, tentunya atas perintah Mike. Diandra marah ketika Mike menyerahkan kartu kreditnya kepada baby boy. "Belanja apa yang baby inginkan." "Baby ingin makan pizza." "Ok, nanti oom Brian akan mengantarmu." Mike menelpon Brian mengatakan dalam bahasa ibu mereka, tidak lama pintu kamar apartemen terbuka, Brian masuk disambut baby boy dengan teriakan gembira. "Oom kita ke mall makan pizza," "Baby boy, ayo." lalu menggandeng tangan mungil ke dalam genggaman tangannya yang besar. Baby boy menyerahkan kartu kredit kepada Brian,"Kata puppy nanti bayar pakai ini," Mike mengangguk ketika Brian meminta persetujuannya. Kepergian mereka berdua ditatap Diandra,'Belum pernah aku melepaskan anakku ke tangan orang asing, baby boy terlihat enjoy-enjoy saja, berbeda dengan diriku ada rasa tidak bisa menerimanya. ' Batin Diandra. "Ada sesuatu yang memberatkan hatimu?" bisik Mike di telinga Diand

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 95. SEMAKIN LIAR (+21)

    Diandra terbangun dari tidur lelapnya,udara dingin menyergap tubuhnya yang terlentang tanpa sehelai benangpun. Sesuatu yang berat membuatnya sulit bergerak. Sebagian tubuh Mike Kaiser menumpu di tubuhnya, posisi yang paling disukai Mike, wajahnya menempel di dada Diandra, tangannya memeluk pinggang Diandra. Diandra ingin melihat baby boy. Perlahan-lahan Diandra berusaha melepaskan diri dari pelukan Mike tangan Mike semakin mempererat pelukannya. "Mike,aku ingin melihat baby boy." "Dia masih tidur," "Siapa tahu dia sudah bangun. Please,aku ingin melihat nya, baby boy tidak pernah tidur sendiri." Mike tahu baby boy adalah bagian dari hidup Diandra, melepaskan tangannya membiarkan Diandra melihat baby boy. Lepas dari belenggu tangan Mike, Diandra memakai pakaian seadanya melihat baby boy. Betapa leganya Diandra melihat baby boy masih tertidur pulas. "Dia tidur seperti malaikat kecil tersenyum entah mengapa dia tersenyum, mungkin ia telah mendapatkan perhatian dari Mike?" bisik Dia

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 94. KEMBALI TERGODA

    Diandra melihat sinar kebahagiaan di mata hitam bulat baby boy,'Oh Tuhan baby ku butuh seorang ayah. Aku kira sebagai ibu tunggal aku bisa mengambil alih peran ayah dan ibu sekaligus ternyata anakku butuh dekapan hangat seorang ayah. Selama ini Diandra mampu secara finansial tapi tidak sanggup menghadapi tekanan psikologis, tatapan ibu - ibu yang biasanya menatapnya dengan perasaan kasihan. Terdengar tawa riang baby boy ketika Mike mengangkat tubuh nya dengan gaya menerbangkan pesawat terbang ,"Lebih tinggi oom...eh..Poppy." Diandra mendengar tawa lirih, melirik ke arah Rieke yang tersenyum kecil melihat tingkah baby boy lalu dengan isyarat mengajak Diandra untuk sarapan. "Kamu belum sarapan,ajak celap celup mu ikut sarapan," bisik Rieke dengan nada menggoda disambut Diandra dengan wajah kesal. "Baby boy, sudah cukup! " tegur Diandra. "Mbak Kinasih tolong urus baby boy. Usahakan dia habiskan susunya." "Baik Bu. Baby, ayok mandi." ujar mbak Kinasih sambil membujuk baby boy. "Mom

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 93.OOM BULE

    Di dalam kamar tidur nya,Diandra menatap baby boy yang menangis kedua tangan mungilnya memegang erat-erat pesawat tempur.Untuk menenangkan dirinya karena stres menghadapi baby boy yang terus menangis Diandra menyilangkan tangan di dada dengan ujung jari menepuk-nepuk bahu secara bergantian. "Baby kemari," ujar Diandra. Bukannya maju ke arah Diandra, baby boy malah mundur tangisnya semakin besar tangan mungilnya memegang erat-erat pesawat tempur takut diambil dari tangannya. "Mommy mau memeluk baby boy." ujar Diandra . "Ndak mau, nanti mommy ambil pecawat tempul baby," Diandra tersenyum kecil mendengar perkataan baby boy, lalu mengulurkan tangannya,"Kemari, mommy mau peluk dan minta maaf," Baby boy terlihat ragu-ragu, menatap Diandra yang semula terlihat marah dengan tatapan mata tajam berangsur-angsur mulai melunak, wajah Diandra menjadi lebih lembut. "Mommy tidak malah sama baby?" tanya baby boy menatap wajah Diandra. "Mommy tidak marah, mommy mau minta maaf," Terdengar helaa

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 7. "APAKAH AKU SUDAH DEWASA?"

    Dua tahun di Jerman, Diandra berusaha menyimpan luka di hatinya, luka meninggalkan mamanya yang tidak peduli dirinya setelah tiga tahun meninggalkan rumah. Tidak pernah mamanya mencarinya atau sekedar menanyakan dirinya ke tante Deasy ,'Aku anak yang tidak diharapkan kehadirannya.Kalau aku tidak dih

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 6. MENCINTAI DAN DICINTAI.

    Dua tahun kemudian. Diandra berdiri tegak di tengah kerumunan orang yang berseliweran di bandara Soetta,rambut panjang yang hitam dibiarkan terurai di punggung, fitur tubuh yang menawan beralaskan kulitnya putih dipadukan dress ungu panjang semakin nampak mempesona.Diandra telah bermetamorfosis da

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 5. "WAKTUMU BELUM TIBA."

    “Wouww, tinggi banget!”Teriak Diandra begitu melihat bangunan apartemen yang terbentang di hadapan mereka ketika memasuki halaman bangunan bertingkat yang menjulang tinggi ke angkasa. “Mbak Elvi, ini namanya apartemen? Di sini kita tinggal? Kakiku bisa pegal kalau kita tinggal di atas.” Seru Diand

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 4. “KENALKAN AKU ELVIRA, ASISTEN PRIBADIMU.”

    Kembali ke kamar tidurnya, Diandra tidak mampu tidur. Kejadian di ruang tamu menayang indah di pelupuk matanya , dipejamkan matanya kuat-kuat malah frekwensinya semakin tinggi. “Aku bisa gila.”Bisik Diandra, berbaring ke kanan, ke kiri , terlentang bahkan tertelungkup , lalu kembali berbaring terl

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status