ログインDiandra tidak menoleh sedikitpun ke belakang, dia tahu tatapan mata Mike Kaiser, tatapan rindu penuh gairah,'Aku harus tegas pada diriku jangan mengikuti hasratku, kalau aku lemah aku bisa kembali ke pelukannya. Aku tahu bukan sekedar bertemu dan berbicara, Mike ingin lebih dari itu.' batin Diandra lalu masuk ke dalam lift. Dalam lift ,rasa bersalahnya karena mengatakan hal yang menyakitkan hati Mike hilang sudah berganti dengan rasa lega berani mendengarkan suara batinnya yang terpatri dibenaknya yang terdalam. 'Kalau aku lemah,aku hanya menjadi simpanannya.Apakah hidupku hanya menjadi simpanan pria kaya? Pertama, gadis simpanan Feliks dan selanjutnya menjadi wanita simpanan Mike Kaiser yang mungkin setahun sekali ia bisa memenuhi kebutuhan libidoku.' batin Diandra.'Aku tidak bisa egois,ada baby boy. Aku harus memberinya rasa aman dan nyaman dalam pelukan figur seorang ayah, bukan ayah sambung tapi ayah biologisnya.' 'Aku ingin hidup bahagia, tawaran Feliks nyata membuat aku baha
Acara gala dinner diakhiri dengan santap malam bersama setelah keluarga toxic dan Deasy diamankan oleh para pengawal pribadi Feliks. Ballroom hotel Mulya dipenuhi dengan suara sendok,garpu dan pisau,menu makan malam adalah menu andalan hotel Mulya,bebek Peking tersaji utuh di atas meja bundar bertaplak merah. Bebek panggang tradisional asal Tiongkok yang terkenal dengan kulitnya yang sangat garing, tipis, dan renyah serta dagingnya yang lembut dan berjus adalah makanan favorit ibu Jelita founder PT . Mentari Jaya Grup. Bebek Peking disajikan dengan irisan daun bawang, mentimun, saus hoisin, dan dibungkus dengan panekuk tipis, tentunya menggugah selera Meja Jasmine dikelilingi oleh Diandra, Feliks,Fiona,Feliknor, Mike Kaiser dan isterinya wanita cantik yang tidak bisa berbahasa Indonesia, kadang-kadang Mike berbisik di telinga nya, mungkin menterjemahkan percakapan mereka. Diandra tiba-tiba rindu akan baby boy, ingin menyampaikan perasaan rindunya pada baby boy, dbukanya clut
Manajer dan asisten Event organizeer menatap Diandra yang kebingungan melihat gaunnya sobek memperlihatkan kedua pahanya,'Feliks akan marah jika aku pakai gaun ini,'batinnya. "Apakah ada butik di hotel ini?"tanya Diandra. "Ada bu," "Bisakah salah satu dari kalian mendampingi saya?" tanya Diandra. Staf EO langsung mengajukan dirinya, mengantar Diandra ke lift . Kedatangan Diandra disambut ramah oleh pramuniaga yang menatap tidak percaya ke arah Diandra,"Bukankah gaun ini tadi dipesan oleh Tuan Feliks Kartamihardo?" tanyanya. "Benar, saya ... isterinya,gaun ini dirobek oleh perempuan gila yang tidak suka melihat aku memakai gaun ini." "Astaga, gaun ini limited edition,mengapa bisa sobek, eh..kelihatannya digunting paksa."Ujar pramuniaga lalu menatap Diandra dengan tatapan penuh tanda tanya. "Bisakah mbak jahit yang sobek, saya harus pakai gaun ini karena ini pilihan suami saya. Tolong diperbaiki,kalau bisa sesuai dengan aslinya, kalau tidak mendekatilah. Saya akan bayar ber
Diandra bangun dari tidur lelapnya. Udara dingin AC menyergap tubuhnya selimut yang seharusnya menyelimuti tubuh nya terjuntai ke lantai. 'Hum..bukankah aku berbaring di sofa? ' batinnya Diandra mengumpulkan pikirannya , 'Aku minta pernikahan kami diumumkan,lalu meninggalkan Feliks yang masih berlutut menyatakan penyesalannya ,ke kamar membaringkan diriku di sofa,mengirim pesan ke Rieke dan mbak Kinasih.' batin Diandra. "Aku kecapekan setelah bercinta dengan Feliks,dia tetap perkasa dan...mmm... membuatku liar di bawah Kungkungan Feliks,"bisik Diandra lalu membelai lembut pahanya. "Kamu puas semalam?" bisiknya pada dirinya sendiri,membelai lembut gundukan di bawah perutnya. "Tugasmu selanjutnya membuatnya puas, agar hanya aku yang ada di pikiran dan hatinya. Aku harus jadi pusat perhatiannya. " bisiknya lirih. Diandra menoleh ke sampingnya , buket mawar merah terhampar di sampingnya ,aroma wangi menyergap hidungnya. Diandra meraih buket ,mencium aromanya, sebuah kartu te
Feliks memeluk pinggang Diandra dari belakang,membelai dengan lembut, tangan kekar bergerak liar ke atas membelai kedua bukit milik Diandra. "Baby.... sweety..." "Humm.... "Milikmu masih enak, membuat aku ketagihan," Diandra menggelinjang ketika jemari Feliks mempermainkan kedua p**"ng nya, merapatkan kakinya ketika gelenjar nikmat berdenyut -denyut di miliknya. Diandra memejamkan matanya, merasakan jemari Feliks bermain di kedua bukit dan pucuknya,setiap jemari Feliks seakan menyimpan listrik yang membuatnya menggelinjang membawa gelombang di bawah sana merayap perlahan-lahan ke pusat perutnya. "Akhhh..." "Beb, aku masih ingin," bisik Feliks sambil menekan tubuhnya ke tubuh Diandra. Diandra merasakan sesuatu yang keras di antara pahanya, berdenyut-denyut bersamaan dengan denyut di miliknya yang meronta ingin dimasuki. Diandra membalikkan tubuhnya, menatap Feliks. Tatapan mereka bertemu, tatapan penuh hasrat dan gairah. "Kamu semakin cantik jika sedang bergairah,"bis
"Lepaskan tanganmu!" Teriak Diandra berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Feliks. "Harum tubuhmu menggodaku," "Aku katakan lepaskan !" Feliks melepaskan kedua tangannya dari pinggang Diandra yang langsung menyelinap keluar dari ruang kerja Feliks sambil menahan tangisnya, jantungnya berdetak kencang, dibawah perutnya berdenyut denyut menuntut hak nya, membuat Diandra tidak fokus. Mencari ponselnya, ingin menghubungi taksi online ,Diandra berdiri tegak,'Oh ,tasku tertinggal,' batinnya lalu membalikkan badannya berlari kecil kembali ke ruang kerja Feliks. Tanpa mengetuk pintu dibukanya pintu dilihatnya Feliks duduk dengan santai di sofa tunggal,"Ini yang kamu cari?" tanyanya sambil menggoyang -goyangkan tas jinjing di tangannya. Tergopoh -gopoh Diandra akan mengambilnya tanpa melihat ke bawah, sepatu high heels nya kembali tersangkut di karpet. UPS! Diandra sempoyongan hampir terjatuh. Sekali lagi tangan kekar Feliks menyelamatkannya , memegang tubuh Diandra, menariknya deng
Dua tahun di Jerman, Diandra berusaha menyimpan luka di hatinya, luka meninggalkan mamanya yang tidak peduli dirinya setelah tiga tahun meninggalkan rumah. Tidak pernah mamanya mencarinya atau sekedar menanyakan dirinya ke tante Deasy ,'Aku anak yang tidak diharapkan kehadirannya.Kalau aku tidak dih
"Bagaimana? Kamu suka steak nya?" tanya pria itu sambil menatap Diandra memasukkan irisan steak ke mulut nya. "Hmm... enak. Diandra baru pertama makan daging sapi yang lumer di mulut," Tante Dessy dan pria itu tersenyum melihat gaya Diandra , menurut mereka lucu melihat ekspresi wajahnya menguy
Tinggal di rumah tante Deasy , Diandra benar-benar dimanjakan. Pagi hari biasanya menyiapkan sarapan untuk dirinya, tidak berlaku sejak Diandra diterima di rumah tante Deasy. Diandra tinggal di rumah induk yang besar dan mewah, tidak seperti di rumahnya , rumah subsidi yang hanya terdiri dari dua ka
Pertanyaan itu selalu menggelayut di pikiran Diandra. Mengapa aku dilahirkan? Mengapa mama membenciku, apakah salahku ?Setiap aku berbuat kesalahan segala sumpah serapah keluar dari mulut mama. Tiada hari tanpa ada cinta, tak ada senyum yang ada hanyalah muka datar, dingin ,bibir tipis mengurat kua







