Home / Romansa / Gadis Simpanan Sang Miliarder / BAB 42. DIMANA BRANDON?

Share

BAB 42. DIMANA BRANDON?

Author: MARIWINA
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-27 21:19:20
Ponsel dokter Suratman berdering,"Permisi saya terima telpon dari staf rumah sakit."

Kening dokter Suratman berkerut, tangannya mengepal kuat,"Katakan peraturan rumah sakit ,pasien masih harus diobservasi."

"Siapa yang membocorkan ibu Jelita sudah siuman dan kondisinya sudah stabil."

"Dokter Clara?"

"Katakan ke dokter Clara, saya akan bertemu dengannya setelah ia selesai praktek."

"Baik, siapapun itu tidak berhak menjenguk ibu Jelita."

Kening dokter Suratman berkerut, lalu menoleh ke arah
MARIWINA

Hai bestie yang setia membaca novelku. Apakah membosankan? Kok belum ada gem nya. Gem kalian sangat bermanfaat bagi saya. Please...

| Like
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 119. BERTEMU GRACELA.

    Diandra bangun dari tidur lelapnya. Udara dingin AC menyergap tubuhnya selimut yang seharusnya menyelimuti tubuh nya terjuntai ke lantai. 'Hum..bukankah aku berbaring di sofa? ' batinnya Diandra mengumpulkan pikirannya , 'Aku minta pernikahan kami diumumkan,lalu meninggalkan Feliks yang masih berlutut menyatakan penyesalannya ,ke kamar membaringkan diriku di sofa,mengirim pesan ke Rieke dan mbak Kinasih.' batin Diandra. "Aku kecapekan setelah bercinta dengan Feliks,dia tetap perkasa dan...mmm... membuatku liar di bawah Kungkungan Feliks,"bisik Diandra lalu membelai lembut pahanya. "Kamu puas semalam?" bisiknya pada dirinya sendiri,membelai lembut gundukan di bawah perutnya. "Tugasmu selanjutnya membuatnya puas, agar hanya aku yang ada di pikiran dan hatinya. Aku harus jadi pusat perhatiannya. " bisiknya lirih. Diandra menoleh ke sampingnya , buket mawar merah terhampar di sampingnya ,aroma wangi menyergap hidungnya. Diandra meraih buket ,mencium aromanya, sebuah kartu te

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 118. TAK TERTAKLUKKAN (+21)

    Feliks memeluk pinggang Diandra dari belakang,membelai dengan lembut, tangan kekar bergerak liar ke atas membelai kedua bukit milik Diandra. "Baby.... sweety..." "Humm.... "Milikmu masih enak, membuat aku ketagihan," Diandra menggelinjang ketika jemari Feliks mempermainkan kedua p**"ng nya, merapatkan kakinya ketika gelenjar nikmat berdenyut -denyut di miliknya. Diandra memejamkan matanya, merasakan jemari Feliks bermain di kedua bukit dan pucuknya,setiap jemari Feliks seakan menyimpan listrik yang membuatnya menggelinjang membawa gelombang di bawah sana merayap perlahan-lahan ke pusat perutnya. "Akhhh..." "Beb, aku masih ingin," bisik Feliks sambil menekan tubuhnya ke tubuh Diandra. Diandra merasakan sesuatu yang keras di antara pahanya, berdenyut-denyut bersamaan dengan denyut di miliknya yang meronta ingin dimasuki. Diandra membalikkan tubuhnya, menatap Feliks. Tatapan mereka bertemu, tatapan penuh hasrat dan gairah. "Kamu semakin cantik jika sedang bergairah,"bis

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 117. KAU MILIKKU DAN AKU MILIKMU(21+)

    "Lepaskan tanganmu!" Teriak Diandra berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Feliks. "Harum tubuhmu menggodaku," "Aku katakan lepaskan !" Feliks melepaskan kedua tangannya dari pinggang Diandra yang langsung menyelinap keluar dari ruang kerja Feliks sambil menahan tangisnya, jantungnya berdetak kencang, dibawah perutnya berdenyut denyut menuntut hak nya, membuat Diandra tidak fokus. Mencari ponselnya, ingin menghubungi taksi online ,Diandra berdiri tegak,'Oh ,tasku tertinggal,' batinnya lalu membalikkan badannya berlari kecil kembali ke ruang kerja Feliks. Tanpa mengetuk pintu dibukanya pintu dilihatnya Feliks duduk dengan santai di sofa tunggal,"Ini yang kamu cari?" tanyanya sambil menggoyang -goyangkan tas jinjing di tangannya. Tergopoh -gopoh Diandra akan mengambilnya tanpa melihat ke bawah, sepatu high heels nya kembali tersangkut di karpet. UPS! Diandra sempoyongan hampir terjatuh. Sekali lagi tangan kekar Feliks menyelamatkannya , memegang tubuh Diandra, menariknya deng

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 116. SAMPAI KETEMU DI PENGADILAN

    Sejak itu Feliks tidak pernah menemuinya demikian juga dengan Mike Kaiser setiap menelponnya jawabannya,"Nomor yang anda hubungi tidak terdaftar." membuat hati Diandra gelisah, 'Apakah dia sibuk atau melupakanku? Apa artinya hubungan kita selama ini?'batin Diandra. Sudah dua hari tidak ada khabar dari Feliks demikian juga Mike Kaiser, sebelas dua belas, sulit dihubungi,'Apakah nomorku diblokir? Tapi mengapa?' batin Diandra. Ingin keluar kamar sekedar jalan-jalan tidak bisa karena pengawal selalu berjaga-jaga diluar. Baby boy semakin rewel, kadang-kadang tantrum karena terkurung terus di kamar. Sudah dua hari tidak ada khabar dari Feliks demikian juga Mike Kaiser, sebelas dua belas, sulit dihubungi,'Apakah nomorku diblokir? Tapi mengapa?' batin Diandra. Ketidak datangan Feliks ke kamarnya menjadi pikiran Diandra di malam hari dikala sedang berbaring di ranjang,membuatnya sulit tidur, kembali pada halusinasinya,payahnya ia bercinta dengan Feliks habis-habisan,'Sial, mengapa aku s

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 115. APAKAH KAMU MASIH MENCINTAI FIONA?

    Sedang makan siang pintu diketuk,mbak Kinasih membuka pintu, terpaku di depan pintu setelah sadar berusaha untuk menutup kembali Tangan besar dan kokoh menahannya dan dengan percaya diri masuk ke dalam kamar ditatap Diandra dengan wajah tidak senang. Baby boy yang sedang makan, langsung meninggalkan piring makan, berdiri di dekat kursi Diandra,"Jangan ganggu mommy!" Feliks tersenyum kecil melihat tingkah baby boy,"Nak, selesaikan makan mu." "Opa ahat, baby tidak suka!" "Baby boy, duduk kembali ditempat mu dan selesaikan makan mu !" Perintah Diandra. "Baby boy jaga mommy," "Sayang, mommy tidak apa-apa,opa datang untuk melihat apakah kita suka makanan yang telah dipesan oleh opa." Ujar Diandra "Baby boy suka makanan yang opa pesan?" tanya Feliks. Bukannya menjawab pertanyaan Feliks malah menatap dengan tatapan polos khas seorang anak kecil,"Opa jangan ahat sama mommy." "Opa janji akan baik -baik sama mommy baby boy," "Janji?" "Hemm, janji," jawab Feliks lalu mengangkat tubuh

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 114. KALAU KASIAN, NIKAHIN DIA

    Diandra tidak mampu bergerak, mundur tidak mungkin Diandra terjebak antara dinding dan tubuh Feliks ,sedikit saja dia bergerak tubuhnya dan tubuh Feliks bisa bersentuhan. Diandra tahu apa yang akan terjadi. Hanya mampu menatap sepasang mata Feliks yang menatapnya penuh rindu,"Aku merindukan mu," bisik Feliks lirih disertai nafasnya berembus di telinga Diandra. Diandra mengepalkan tangannya kuat-kuat,"Aku... tidak merindukanmu,"bisik Diandra tepat di wajah Feliks. Feliks tersenyum kecil melihat tingkah Diandra.Tanpa disadarinya, Diandra dengan kekuatan penuh mendorong dirinya, Feliks sedikit goyah ,para bodyguard langsung berjaga di belakang tubuh Feliks. Feliks mengangkat satu tangannya seolah-olah mengatakan tidak apa-apa dan tanpa Diandra sadari Feliks mengangkat tubuh Diandra langsung menggendongnya ala bridal style masuk ke dalam kamar yang langsung tertutup. "Jangan ambil mommy ku !" teriak baby boy langsung berlari -lari ke arah pintu menggedor-gedor dan menendang kaki

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 3. PERSAHABATAN ANEH?

    "Bagaimana? Kamu suka steak nya?" tanya pria itu sambil menatap Diandra memasukkan irisan steak ke mulut nya. "Hmm... enak. Diandra baru pertama makan daging sapi yang lumer di mulut," Tante Dessy dan pria itu tersenyum melihat gaya Diandra , menurut mereka lucu melihat ekspresi wajahnya menguy

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 5. "WAKTUMU BELUM TIBA."

    “Wouww, tinggi banget!”Teriak Diandra begitu melihat bangunan apartemen yang terbentang di hadapan mereka ketika memasuki halaman bangunan bertingkat yang menjulang tinggi ke angkasa. “Mbak Elvi, ini namanya apartemen? Di sini kita tinggal? Kakiku bisa pegal kalau kita tinggal di atas.” Seru Diand

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 4. “KENALKAN AKU ELVIRA, ASISTEN PRIBADIMU.”

    Kembali ke kamar tidurnya, Diandra tidak mampu tidur. Kejadian di ruang tamu menayang indah di pelupuk matanya , dipejamkan matanya kuat-kuat malah frekwensinya semakin tinggi. “Aku bisa gila.”Bisik Diandra, berbaring ke kanan, ke kiri , terlentang bahkan tertelungkup , lalu kembali berbaring terl

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 2. SIAPAKAH PRIA ITU?

    Tinggal di rumah tante Deasy , Diandra benar-benar dimanjakan. Pagi hari biasanya menyiapkan sarapan untuk dirinya, tidak berlaku sejak Diandra diterima di rumah tante Deasy. Diandra tinggal di rumah induk yang besar dan mewah, tidak seperti di rumahnya , rumah subsidi yang hanya terdiri dari dua ka

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status