Kesabaran Yan Lu seolah menguap bersama udara dingin yang merayap masuk ke dalam paviliun. Tanpa peringatan, ia merangsek maju dan menyambar tubuh Li Lian. Gerakannya kasar, jauh dari sosok ksatria yang selama ini dipuja rakyat."Lepaskan, Yan Lu! Lepaskan aku, bajingan!" Li Lian meronta hebat, kakinya menendang udara dan tangannya berusaha mencakar apa pun yang bisa ia raih. Namun, tenaga Yan Lu bagaikan dinding besi yang tak tergoyahkan.Dengan satu sentakan, Yan Lu menghempaskan tubuh Li Lian ke atas ranjang pengantin yang empuk namun terasa seperti bara api bagi Li Lian. Sebelum wanita itu sempat bangkit, Yan Lu dengan cekatan menarik seutas tali sutra dan membelit tangan Li Lian di belakang punggungnya. Tidak berhenti di situ, ia juga mengikat kedua mata kaki Li Lian dengan simpul yang erat, membuat wanita itu benar-benar lumpuh, terjebak dalam posisi bersimpuh yang memalukan."Percuma kau meronta, Li Lian. Takdirmu sudah tertulis di kamar ini," desis Yan Lu.Ia kemudian meraih
Mehr lesen