Candrani memejamkan mata, sengaja membiarkan tubuhnya limbung dengan gerakan lambat. Ia berencana akan mendarat tepat di pangkuan kokoh sang Jenderal. Dalam benaknya, ia sudah membayangkan bagaimana tangan kuat Rudra akan menangkap pinggangnya, menciptakan sebuah momen intim yang sulit dilupakan. Akan tetapi, Candrani lupa bahwa pria di hadapannya memiliki insting kewaspadaan di atas rata-rata.Sebelum tubuh Candrani menyentuhnya, Rudra bergerak dengan kecepatan kilat. Dengan satu sentakan kaki, pria itu berdiri tegak.Bukannya memeluk, Rudra justru menyangga lengan Candrani menggunakan tangan kirinya.Walau masih terluka, ia mampu menahan beban tubuh sang putri agar tetap berdiri tegak. Memastikan tidak ada kontak fisik berlebihan di antara mereka.Candrani terbelalak, napasnya tertahan karena terkejut. Tak mau menyerah, ia mencoba mengarahkan kepalanya untuk bersandar di bahu lebar Rudra. Namun, sang Jenderal malah memutar sedikit tubuhnya, lalu menuntunnya kembali ke kursi kayu.
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-06 Mehr lesen