Malam semakin larut.Kiran duduk di teras, hanya diam memandangnya kegelapan yang menyelimuti malam ini.“Sudah malam, sebaiknya kamu segera tidur.”Kiran menoleh pelan pada Noah yang baru saja bicara.Mereka sejak tadi hanya duduk diam di sana, setelah kepergian Sabrina dan Wina.Napas Kiran dihela kasar, seperti ada beban di dada yang sangat ingin dia lepas.“Aku belum bisa tidur,” kata Kiran, “perlahan, masalah tentang penculikanku kembali terkuak. Anehnya, kenapa baru sekarang?”Kening Noah berkerut dalam. Dia mencoba menelaah maksud ucapan Kiran.“Maksudmu, bagian mananya yang kamu maksud dengan ‘baru sekarang’?” Noah memastikan.“Ayah Sabrina.” Tatapan Kiran tak goyah penuh keseriusan tertuju pada Noah. “Kenapa baru sekarang dia mau mengungkap kebenarannya? Kenapa tidak sejak dulu? Kenapa tidak sejak saat dia akan dijatuhi hukuman? Jika dia jujur sejak awal, apa yang terjadi sekarang, tidak akan pernah terjadi, bukan?” “Jika ayah Sabrina mengungkap dalangnya sejak awal, mungkin
Terakhir Diperbarui : 2026-05-18 Baca selengkapnya