Keheningan menyelimuti, bahkan permintaan sederhana Elvano juga tak mampu Kiran penuhi.“Apa kamu pikir, setelah semua yang terjadi di antara kita, di masa lalu, apa kamu kira kehidupan kita sekarang akan bisa tenang? Akan seperti sebelum kita bertemu?” Nada suara Elvano rendah tetapi penuh penekanan.Pandangan Kiran tertunduk, bibirnya bergetar. “Maaf,” lirihnya.Elvano tersenyum ironi, dia benar-benar muak mendengar ucapan maaf yang meluncur dari bibir Kiran.Perlahan, jemarinya mengendur, melepas kedua lengan Kiran. Senyum getir berhias di bibir Elvano.Kedua pundak Kiran lemas setelah bebas dari Elvano. Pandangannya kini tertuju pada Elvano yang menatap kecewa padanya.Napas Elvano meluncur begitu berat kala melihat tetesan air meluncur dari ujung mata Kiran.Elvano mendengkus untuk melepas sesak yang mendadak menekan dadanya dan tatapannya masih berbalut kekecewaan. “Aku bisa memaafkanmu, tapi apa yang ingin aku dengar, harus kamu jelaskan.”Kiran bungkam, kepalanya menggeleng pe
Read more