Elvano seketika menoleh dan menggeleng cepat. "Tidak! Aku belum izinin. Mana bisa aku kerja kalau tidak ada kamu yang dampingi? Bisa-bisa pekerjaanku berantakan semua."“Kalau kamu capek, kamu bisa hanya duduk di ruanganku. Entah kamu kerja atau tidak, yang penting bagiku kamu tetap di dekatku.” Elvano bicara dengan nada penuh keseriusan.Kiran tertawa geli mendengar jawaban panik suaminya. Dia merangkul lengan Elvano mesra sambil menyandarkan kepalanya. "Bercanda, El. Aku ‘kan hanya tanya, kenapa seserius itu, hm …." Senyum Kiran begitu lebar, apalagi saat merasakan usapan lembut tangan Elvano di pucuk kepalanya.“Aku pasti akan izinin kamu resign, tapi jangan sekarang. Aku masih ingin kamu menjadi asistenku, tidak ada staff yang bisa menhandle pekerjaanku dengan baik sepertimu.” Setelah bicara, Elvano mengecup pucuk kepala Kiran.Kiran menahan senyum mendengar ucapan Elvano, lalu dia berkata, “Sepertinya aku harus mengajukan kenaikan gaji, karena bosku ini, sangat menyukai kinerjak
Last Updated : 2026-08-07 Read more