Rendra mengalihkan pandangannya kembali ke arah layar tablet Evan yang masih menampilkan cuplikan video klarifikasinya. Guratan di dahinya mengeras, memancarkan ketegasan. "Apapun itu," jawab Rendra, suaranya terdengar berat dan dingin. "Yang pasti aku harus bertemu langsung dengan orang itu begitu Naka berhasil memastikan keberadaannya." Evan mengangguk. Ia lalu menggeser layar ponselnya, membaca selembar memo digital yang tadi dikirimkan oleh tim humas kepresidenan. "Jika Anda diundang untuk berdiskusi secara terbuka mengenai masalah mitos kutukan ini dan acaranya ditayangkan secara langsung di televisi, apa Anda bersedia, Pak?" tanya Evan, menatap Rendra dengan pandangan serius. "Sebab, sudah ada salah satu stasiun TV swasta nasional yang mengajukan proposal penawaran resmi sejak sore tadi." Rendra menaikkan sebelah alisnya, melirik Evan sekilas sebelum membetulkan posisi duduknya. "Menurutmu, apa hal semacam itu memang perlu dilakukan sekarang?" tanya Rendra balik. "Aku aka
Last Updated : 2026-06-09 Read more