"Ssshh... keparat," desis Tresna. Ia mengepalkan tangan, menahan panas yang membakar dada bidangnya. "Bensin ini kayak ngelupasin kulitku."Baru saja hendak meraih gayung di atas bak mandi, terdengar langkah kaki terburu-buru mendekat. Langkah itu ringan namun pasti. Tresna menoleh sigap, otot bahunya yang lebar menegang waspada laksana harimau siap menerkam.Ia terkejut melihat sosok Silvi muncul dari balik kegelapan pohon kamboja, menyusulnya menuju bilik kamar mandi yang terpisah dari bangunan utama."Silvi? Kamu ngapain di sini?" tanya Tresna dengan nada suara tertahan. Matanya menatap tajam ke arah janda desa itu."Aku kan udah bilang, jaga pria itu. Jangan sampai dia punya kesempatan buat kabur! Kalau dia lepas, rumah ini bisa kebakar!"Tresna berdiri dengan napas memburu, membiarkan tubuh bagian atasnya yang polos dan memerah terpapar pandangan Silvi. Di bawah cahaya lampu minyak yang remang, otot-ototnya yang berkilat karena keringat dan bensin tampak semakin menonjol, menegas
Last Updated : 2026-04-07 Read more