Bara api dari gubuk yang mulai padam menciptakan siluet kemerahan di wajah Tresna yang bersimbah darah dan lumpur. Di tengah ladang tebu yang berbau sangit, napas Tresna masih memburu, namun tangannya tetap terentang kokoh menyambut Linda yang berlari ke arahnya dengan isak tangis lega.Pelukan wanita itu begitu erat, seolah takut kalau ia melepaskannya sedetik saja, sosok pria di depannya bakal menghilang ditelan kegelapan malam.AKP Darmawan menarik napas panjang, mencoba menstabilkan degup jantungnya yang tak karuan. Ia menyapu pandangan ke arah tiga tubuh kekar yang tergeletak tak berdaya di atas tanah berlumpur. Kekuatan fisik Tresna benar-benar di luar nalar, ia baru saja menumbangkan pembunuh profesional cuma dengan modal nekat dan kecerdikan mengolah hasil alam."Pak RT! Kang Dadang! Jangan biarin mereka kabur!" perintah perwira polisi itu dengan suara bariton yang kembali berwibawa meski seragamnya carut-marut."Siap, Pak!" sahut Kang Dadang dengan penuh semangat. Dia beralih
最終更新日 : 2026-04-04 続きを読む