Share

Bab 177

Author: Prince Molina
last update publish date: 2026-04-07 18:53:20

Dengan gerakan yang sangat telaten, janda desa itu mulai menggosok dada serta perut Tresna. Jemari lentiknya bergerak memutar secara ritmis, memastikan setiap inci kulit yang terkena bensin terlapisi oleh busa sabun untuk mengangkat sisa minyak yang berbahaya.

Tresna menahan napas saat merasakan sentuhan tangan Silvi yang halus beradu dengan otot-ototnya yang keras. Ada sensasi lain yang mulai menjalar di balik rasa perihnya, sebuah tarikan naluri pria yang mendesak saat menyadari betapa pasrah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 177

    Dengan gerakan yang sangat telaten, janda desa itu mulai menggosok dada serta perut Tresna. Jemari lentiknya bergerak memutar secara ritmis, memastikan setiap inci kulit yang terkena bensin terlapisi oleh busa sabun untuk mengangkat sisa minyak yang berbahaya.Tresna menahan napas saat merasakan sentuhan tangan Silvi yang halus beradu dengan otot-ototnya yang keras. Ada sensasi lain yang mulai menjalar di balik rasa perihnya, sebuah tarikan naluri pria yang mendesak saat menyadari betapa pasrah dan berabdinya wanita ini di hadapannya.Ia membiarkan Silvi terus bekerja, menikmati setiap usapan lembut yang pelan-pelan memadamkan api kimia di tubuhnya, sekaligus menyalakan percikan lain yang jauh lebih purba di dalam dada."Ssshh... pelan-pelan, Sil. Di sebelah situ agak perih," gumam Tresna saat tangan Silvi menyentuh luka lecet di dekat rusuknya."Maaf, Mas... aku bakalan lebih hati-hati," bisik Silvi.Wajah janda itu kini sangat dekat dengan dada Tresna, hingga napas hangatnya bisa di

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 176

    "Ssshh... keparat," desis Tresna. Ia mengepalkan tangan, menahan panas yang membakar dada bidangnya. "Bensin ini kayak ngelupasin kulitku."Baru saja hendak meraih gayung di atas bak mandi, terdengar langkah kaki terburu-buru mendekat. Langkah itu ringan namun pasti. Tresna menoleh sigap, otot bahunya yang lebar menegang waspada laksana harimau siap menerkam.Ia terkejut melihat sosok Silvi muncul dari balik kegelapan pohon kamboja, menyusulnya menuju bilik kamar mandi yang terpisah dari bangunan utama."Silvi? Kamu ngapain di sini?" tanya Tresna dengan nada suara tertahan. Matanya menatap tajam ke arah janda desa itu."Aku kan udah bilang, jaga pria itu. Jangan sampai dia punya kesempatan buat kabur! Kalau dia lepas, rumah ini bisa kebakar!"Tresna berdiri dengan napas memburu, membiarkan tubuh bagian atasnya yang polos dan memerah terpapar pandangan Silvi. Di bawah cahaya lampu minyak yang remang, otot-ototnya yang berkilat karena keringat dan bensin tampak semakin menonjol, menegas

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 175

    Sebelum pria berwajah luka itu sempat memulihkan keseimbangan atau meraih senjata lain, Tresna sudah menerjang maju laksana harimau yang lepas pasungan. Dengan satu gerakan taktis lahir dari insting petarung, sang mantri merangsek ke belakang tubuh lawan.Ia mencengkeram pergelangan tangan pria itu, memutarnya paksa, lalu mengunci kedua lengan si bekas luka ke arah punggung dengan tenaga yang meluap-luap."Aaakkkhhhh! Lepasin! Tanganku!" pria itu menjerit saat sendi bahunya dipaksa melewati batas normal."Diam! Tadi kamu mau bakar rumah ini? Kamu mau bunuh kami semua termasuk tanteku yang nggak bisa liat?" bentak Tresna sambil menekan lutut kokohnya ke punggung lawan.Sentakan itu memaksa tubuh raksasa di bawahnya tersungkur tengkurap, mencium permukaan tanah yang dingin dan lembap. Tresna merasakan getaran ketakutan dari otot lawan yang tadi begitu sombong, sebuah sensasi dominasi yang memberikan kepuasan purba di tengah sisa adrenalinnya.Sorot matanya berkilat tajam, melirik ke ara

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 174

    "Lepasin... bajingan... jangan bakar rumah ini... ada orang tua di dalam..." rintih Tresna. Suaranya nyaris hilang, hanya berupa bisikan yang tertelan oleh deru napas yang sesak.Pria berwajah penuh luka itu justru tertawa merendahkan, sebuah tawa kering yang menggema di kesunyian halaman rumah joglo."Orang tua? Maksud kamu wanita buta itu? Bagus! Itu artinya bakal ada lebih banyak jeritan yang nemenin kamu ke neraka malam ini. Juragan bilang, kalau kamu nggak bisa diusir halus pakai surat pengadilan, maka abu adalah jawaban paling tepat.""Kamu... kamu nggak bakal lolos... warga bakal kembali..." ancam Tresna sambil terus berusaha mendorong kaki besar yang menginjak dadanya."Warga? Mereka sibuk mengurus teman-temanku di perkebunan tebu. Di sini, cuma ada kita," sahut si bekas luka sambil menyeringai binal.Ia mengangkat tangan yang memegang korek api sedikit lebih tinggi ke udara. Ia membiarkan api itu semakin membesar karena tertiup angin malam yang dingin, bersiap menjatuhkan bat

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 173

    Tresna tidak menunggu lebih lama lagi. Amarahnya sudah meluap hingga ke ubun-ubun melihat rumah yang penuh kenangan itu dilecehkan. Dengan langkah yang eksplosif, ia keluar dari bayang-bayang pilar."Berhenti, bajingan!" geram Tresna dengan suara rendah yang mematikan.Tresna mengayunkan kayu bakarnya lurus ke arah punggung pria itu, sebuah pukulan vertikal yang bertenaga penuh untuk menghentikan aksi pembakaran yang mengancam nyawa keluarganya. Kayu jati padat itu mendesing membelah udara malam.Namun, pria di depannya bukanlah seorang amatir. Seolah memiliki mata di belakang kepala, pria itu menyadari kedatangan Tresna lalu menundukkan kepalanya dengan sangat cepat, membiarkan kayu bakar Tresna hanya menghantam angin kosong di atas pundaknya.WUSS!Sentakan angin dari ayunan balok jati itu hampir mengenai telinga si pelaku. Dengan gerakan yang sangat terlatih, pria bermasker itu memutar tubuhnya sambil menarik sebuah belati panjang dari balik pinggang. Bilah baja itu berkilat tajam,

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 172

    Mendengar hal itu, pupil mata Tresna seketika mengecil. Ia langsung mengendus udara malam yang dingin.Pada awalnya, ia hanya mencium wangi bunga kamboja serta bau tanah basah. Namun, ketika angin berembus dari arah depan rumah joglo, ia membenarkan adanya aroma bahan bakar minyak yang sangat tajam dan berbahaya tersebut.Aroma itu menusuk hidungnya. Ini pertanda bahwa cairan tersebut baru saja disiramkan dalam jumlah yang sangat besar di area depan."Bajingan..." geram Tresna pelan. Tangannya refleks meraba saku celana, memastikan peta wakaf itu masih ada di sana.Ia segera menarik Linda dan Tante Arum agar menjauh dari bangunan utama. Tresna tahu persis metode pengecut macam ini. Pihak Juragan tidak mau menunggu dua puluh empat jam, mereka ingin membakar habis bukti dan penghuninya sekaligus malam ini juga."Mas, bensin? Juragan itu kayaknya udah gila! Dia mau ngancurin bukti ini sekaligus sama kita!" seru Linda, suaranya bergetar hebat saat ia menyadari bahwa ancaman maut belum ben

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 37

    Tangan Linda mulai meraba dada Tresna melalui celah daster yang robek, merasakan detak jantung Tresna yang berdegup sangat kencang seperti tabuhan genderang perang. Ia menekan telapak tangannya di otot dada Tresna, menikmati kekerasan otot pria desa yang sering bekerja keras menangani pasien dan me

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 10 

    Lingerie merah marun yang dikenakan Arum akhirnya melorot sepenuhnya. Kain tipis itu jatuh, bertumpuk di batas pinggang rampingnya yang putih bersih. Pemandangan itu seketika memamerkan seluruh tubuh bagian atas Arum yang polos.Di bawah cahaya lampu dapur yang temaram, kulitnya nampak sangat ranum.

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 36

    Di dalam gubuk yang remang-remang itu, Linda berdiri dengan tegak tepat di hadapan Tresna yang masih berdiri mematung. Tatapannya sangat menantang dan tajam, seolah-olah ia sedang memegang kendali penuh atas situasi yang sedang terjadi di antara mereka.Linda menunjuk ke arah lantai bambu yang sedi

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 7

    Wajah Pak Karyo langsung berubah merah padam seperti kepiting rebus yang baru saja diangkat dari air mendidih. Ia merasa harga dirinya sebagai lelaki terhormat di desa Sukamaju hancur berkeping-keping karena dipermalukan soal ukuran pusakanya di depan warga.Bapak-bapak yang tadi tertawa mengejek Tr

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status