"Mas... Mas Tresna... tolong bertahan..." isak Silvi, suaranya nyaris hilang ditelan tangis yang memilukan.Linda menatap sang pemimpin dengan mata yang penuh kebencian. "Kamu bakal membusuk di penjara, kamu sama Juragan sialan itu! Polisi pasti lagi dalam perjalanan ke sini!" teriaknya mencoba menggertak, meski ia tahu bantuan mungkin nggak bakal datang tepat waktu.Mendengar nama polisi disebut, pemimpin pembunuh bayaran itu justru tertawa lebih keras, sebuah tawa yang kering dan mengerikan. "Polisi? Darmawan mungkin udah jadi bangkai di lorong puskesmas tadi. Di perkebunan ini, aku hukumnya," sahutnya dengan nada dingin yang membekukan darah siapa pun yang mendengarnya.Pria raksasa itu kemudian berhenti tertawa, wajahnya berubah menjadi sangat serius dan fokus. Tangan kanan pemimpin pembunuh bayaran itu merogoh saku celana kargonya secara perlahan ke bagian paling dalam, seolah sedang mengambil sesuatu yang sangat berharga dan rahasia.Linda dan Silvi menahan napas, mata mereka te
Last Updated : 2026-04-02 Read more