共有

Bab 337

作者: Prince Molina
last update 公開日: 2026-06-26 23:00:44

Clara ikut mencondongkan tubuhnya, membaca isi surat tersebut dengan kening berkerut dalam. "Jalur hijau? Perluasan proyek pemerintah daerah?"

"Betul sekali," sahut petugas itu dengan senyuman sinis. "Area tanah wakaf klinik ini sudah masuk rencana proyek jalur hijau pemerintah daerah, hak pengelolaannya bahkan sudah dibeli secara sah oleh perusahaan pengolah limbah tingkat kabupaten."

"Nggak bisa begitu! Tanah ini tanah wakaf desa yang sah untuk fasilitas kesehatan warga!" protes Linda keras s
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 339

    "Kita nggak bisa membiarkan manipulasi ini berjalan lancar, Lin. Apa rencanamu selanjutnya?" tanya Tresna menatap lurus ke arah kepala desa perempuan tersebut.Linda menarik napas dalam-dalam, mencoba mengendalikan emosinya. "Sore ini kita biarkan warga pulang dulu ke rumah masing-masing setelah gotong royong selesai," ucapnya tenang."Besok pagi-pagi sekali, aku sendiri yang akan mendatangi kantor kecamatan demi membatalkan surat penyegelan sepihak ini secara hukum resmi," lanjut Linda mantap. "Aku punya bukti pemecatan Darto dan hasil analisis data dari Clara.""Aku bakalan dampingi kamu besok, Lin. Nggak aman kalau kamu pergi sendirian ke kecamatan dengan situasi yang mulai memanas begini," sahut Tresna tegas."Terima kasih, Mas. Kehadiran kamu bikin hati aku jauh lebih tenang," bisik Linda dengan tatapan mata yang penuh rasa terima kasih.Sore hari pun tiba, ditandai oleh langit Sukamaju yang mulai berubah warna menjadi jingga kemerahan. Ratusan warga desa perlahan-lahan pamit pul

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 338

    Hanya menggunakan satu telapak tangan, jari-jari kekar Tresna meremas kuat batang besi tebal tersebut. Disokong aliran energi Batu Wulung yang bergejolak di dalam darahnya, besi merah yang tadinya kokoh itu perlahan melengkung parah, berkerut, hingga akhirnya remuk tertekuk menjadi dua bagian seperti kerupuk.BRAKK!Tresna mencampakkan sisa besi hancur itu ke atas tanah tepat di depan ujung sepatu bot sang petugas ketus. Benturan berat itu terdengar sangat solid.Wajah petugas berwajah ketus itu seketika memucat pasi. Tubuhnya gemetar hebat menahan takut, sementara dua rekan di belakangnya melotot dengan mulut ternganga. Nyali ketiga utusan dari tingkat kabupaten itu langsung menciut habis."Bawa pulang surat sampah ini ke majikan kalian di kota," kata Tresna rendah dengan suara berat penuh ancaman. "Katakan pada mereka, kalau ada satu lagi besi merah yang tertancap di tanah wakaf Sukamaju... kepala mereka yang akan saya buat bentuknya seperti besi ini."Ketiga petugas kabupaten itu l

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 337

    Clara ikut mencondongkan tubuhnya, membaca isi surat tersebut dengan kening berkerut dalam. "Jalur hijau? Perluasan proyek pemerintah daerah?""Betul sekali," sahut petugas itu dengan senyuman sinis. "Area tanah wakaf klinik ini sudah masuk rencana proyek jalur hijau pemerintah daerah, hak pengelolaannya bahkan sudah dibeli secara sah oleh perusahaan pengolah limbah tingkat kabupaten.""Nggak bisa begitu! Tanah ini tanah wakaf desa yang sah untuk fasilitas kesehatan warga!" protes Linda keras sambil menunjuk dokumen di tangannya, "Lihat ini! Tanda tangan persetujuan pelepasan hak tanah di berkas ini... ini tanda tangan Pak Darto!""Ya, memangnya kenapa kalau itu tanda tangan Sekretaris Desa?" tanya petugas itu santai, melipat kedua tangannya di depan dada."Pak Darto itu mantan sekretaris desa yang sudah dipecat secara tidak hormat karena korupsi dan suap dari perusahaan limbah itu! Surat ini dibuat secara ilegal sebelum dia resmi diberhentikan, jadi tanda tangan ini nggak memiliki ni

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 336

    "Duh, Mas... lemas semuaku kalau kamu sudah menghantam sampai dalam begitu," bisik Silvi manja, tangannya bergerak pelan mengusap sisa keringat di perut berkotak sang mantri desa.Tresna terkekeh rendah, membalasnya dengan elusan lembut di rambut hitam Silvi sebelum mengecup kening janda itu sekilas. "Katanya tadi nggak rela kalau digantung. Sekarang malah ngeluh lemas.""Ya kan nggak ngira kalau bakal sekuat itu, Mas. Sampai mau copot rasanya pinggangku," sahut Silvi dengan senyuman menggoda, meskipun tubuh polosnya tetap enggan bergeser dari dekapan hangat Tresna."Sudah, ayo rapikan pakaianmu. Matahari sudah mulai naik, nggak enak kalau warga atau Linda dan Clara sampai melihat kita keluar dari sini dengan keadaan begini," kata Tresna lembut penuh wibawa. Pria itu perlahan mengurai pelukan mereka untuk mengambil celana jinsnya di atas tumpukan karung padi.Silvi mengerucutkan bibirnya sedikit karena agak tidak rela momen manjanya berakhir secepat ini. Namun, janda kembang itu tetap

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 335

    Silvi yang sudah berada di ujung tanduk kenikmatan langsung membuka matanya dengan napas memburu parah, wajahnya merengut kesal karena digantung begitu saja."Kenapa berhenti, Mas? Kamu nggak mau punya anak sama aku?" tuntut Silvi dengan nada manja yang bercampur kesal, membalikkan sedikit kepalanya menatap Tresna.Tresna tidak langsung menjawab, dia hanya terdiam dengan napas berat yang memburu di atas punggung Silvi. Pikiran sang mantri desa mendadak berkecamuk hebat, membuatnya bingung dan terjebak dalam dilema yang pelik.Di satu sisi, Tresna merasa belum siap. Karso memang sudah berhasil di bereskan ketika juragan sombong itu tertimbun gua, tapi nasib desa Sukamaju jelas belum sepenuhnya aman dari sisa-sisa anak buahnya yang masih berkeliaran di luar sana.Lagipula, menuruti kemauan Silvi sama saja dengan mengikat diri. Memiliki anak berarti dia harus menikahi janda kembang itu.Sementara di lubuk hatinya yang paling dalam, Tresna sadar ada perasaan wanita lain yang dipertaruhkan

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 334

    "Duh, kalau buat melayani Mas Tresna, rasa capekku langsung hilang," bisik Silvi manja, tangannya terjulur menarik kerah jaket hitam tebal Tresna masuk ke dalam kehangatan tumpukan karung padi.Tresna tidak memberikan jawaban lewat kata-kata. Dengan satu gerakan cepat, tangan kekarnya langsung menjulur, merengkuh pinggang ramping Silvi dan menariknya hingga tubuh padat janda kembang itu menempel sempurna pada dada bidangnya."Aduh, Mas... kok langsung buru-buru begini," desah Silvi lirih, matanya sayu menatap wajah tegap Tresna dalam keremangan lumbung."Kamu sendiri yang mulai, Sil. Jangan nyesel ya kalau besok pagi kakimu sampai lemas nggak bisa jalan," kekeh Tresna, suaranya berat penuh dominasi jantan yang pekat."Memangnya aku kelihatan mau kabur? Aku malah mau dikurung terus sama kamu di sini, Mas," rintih Silvi, jemarinya mulai mengelus rahang tegas sang mantri desa.Tresna tidak membiarkan Silvi bicara lebih banyak lagi. Dia menundukkan kepalanya, membungkam bibir tipis Silvi

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status