Share

Bab 331

Author: Prince Molina
last update publish date: 2026-06-23 23:05:52

Di seberang kolam, Juragan Karso merangkak kepayahan dengan sisa tenaganya. Namun, sebuah bongkahan batu raksasa seberat ratusan kilogram mendadak runtuh dari langit-langit, tepat jatuh menimbun tubuh lemas Juragan Karso hingga pria tua serakah itu ndak bisa bergerak lagi.

"Tresna... tolong aku... obatnya... akhhh!" rintih Karso terputus-putus, sebelum akhirnya runtuhan batu yang lebih besar menimbun wajahnya sepenuhnya.

"Mas Tresna! Cepat kembali ke sini! Batunya makin banyak yang jatuh!" jeri
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 331

    Di seberang kolam, Juragan Karso merangkak kepayahan dengan sisa tenaganya. Namun, sebuah bongkahan batu raksasa seberat ratusan kilogram mendadak runtuh dari langit-langit, tepat jatuh menimbun tubuh lemas Juragan Karso hingga pria tua serakah itu ndak bisa bergerak lagi."Tresna... tolong aku... obatnya... akhhh!" rintih Karso terputus-putus, sebelum akhirnya runtuhan batu yang lebih besar menimbun wajahnya sepenuhnya."Mas Tresna! Cepat kembali ke sini! Batunya makin banyak yang jatuh!" jerit Silvi terpaku menatap langit-langit yang perlahan terbelah.Tresna melompat kembali ke arah kedua wanita itu, matanya melirik ke sekeliling lorong masuk yang kini sudah tertutup total oleh longsoran batu kapur yang masif."Jalur atas sudah tertutup, Clar, Sil! Nggak ada jalan kembali ke tebing!" ujar Tresna taktis sembari menyapu pandangan ke arah aliran air kolam yang berarus deras ke dalam celah bawah tanah."Lalu kita lewat mana, Mas?! Kita bakal mati konyol di dalam sini?!" tanya Clara den

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 330

    "Karso, jangan gila! Kalau kamu meledakkan tempat ini, kamu juga akan mati tertimbun!" seru Clara, mencoba memperingatkan konsekuensi fatal dari tinggakan nekat pria tua itu."Mati? Hahaha! Aku nggak peduli lagi! Kalau aku nggak bisa sembuh, maka kalian semua harus ikut mati bersamaku!" teriak Karso histeris, tawa gila memekakkan telinga kembali keluar dari tenggorokannya yang rusak."Serahkan seluruh sisa obat herbal itu, Tresna! Atau kita semua hancur!" tuntut Juragan Karso dengan napas yang memburu pekat.Pria tua yang sudah kehilangan akal sehatnya itu mengangkat ibu jarinya tinggi-tinggi, tepat berada di atas tombol merah detonator bom rakitan tersebut. Sifat keras kepalanya banget membuat situasi di dalam gua berada di titik paling berbahaya."Mas Tresna... gimana ini? Aku takut banget," tangis Silvi mulai pecah, tubuhnya lemas bergelayut di lengan kiri Tresna."Tenang, Sil. Jangan menunjukkan kelemahan di depan kecoak tua ini," bisik Tresna tetap tenang, matanya mengunci perger

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 329

    Clara dan Silvi segera bergerak cepat, merayap mundur dan menyembunyikan tubuh mereka di balik bongkahan batu stalagmit yang besar.Suara sepatu bot militer itu terdengar semakin dekat, memantul di dinding-dinding batu gua yang basah.TAK! TAK! TAK!"Mana senternya?! Sorot ke sebelah kiri! Jangan sampai ada yang kelewatan!" teriak salah satu anak buah Karso di ujung lorong.Tresna tidak bergerak sedikit pun. Tubuh tegapnya melekat sempurna pada bayangan batu raksasa, mengandalkan hawa gelap guna menyembunyikan keberadaannya.Menggunakan radar alami dari aliran energi Batu Wulung, Tresna menghitung jumlah langkah kaki yang mendekat."Ada lima orang," batin Tresna, menyeringai dingin dalam kegelapan.Begitu dua orang pengawal terdepan melangkah melewati batas batu tempatnya bersembunyi, Tresna langsung bergerak secepat kilat. Kedua tangannya menjulur keluar, mencengkeram bagian belakang kepala kedua pria itu, lalu membenturkannya dengan sangat keras.BRAAAK!"Ugh!" Kedua pengawal itu la

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 328

    "Ahhh... Mas Tresna... punya kamu nggak ada duanya," rintih Silvi parau saat perlahan-lahan menurunkan pinggulnya, membiarkan ukurannya yang besar melesak masuk membelah kehangatan tubuhnya.SLRRRUUUPP!"Ugh, jepitanmu nggak kalah padat sama Clara," erang Tresna, tangannya langsung naik mencengkeram pinggul ramping Silvi untuk menahan bobot tubuh janda desa tersebut.Silvi memejamkan mata. Kepalanya mendongak ke atas menahan sensasi penuh yang mendesak rahimnya.Tanpa menunggu komando, janda kembang itu langsung mengayunkan pinggul naik turun dengan ritme cepat dan berani. Dia mengambil kendali penuh di atas tubuh tegap Tresna, memanjakan sang mantri desa dengan goyangan khas wanita berpengalaman.PLOK! PLOK! PLOK!"Nghhh... Mas... enakkk banget! Goyanganku mantap nggak, Mas?" tanya Silvi manja di sela-sela desahannya yang kian melengking memecah keheningan gua alam."Mantap bener, Sil. Terus, yang cepet," puji Tresna parau, menikmati servis agresif dari Silvi.Melihat Silvi yang begi

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 327

    "Gede banget... selalu bikin takjub," gumam Clara lirih sebelum membuka mulut mungilnya perlahan.Dokter itu langsung memanjakan pusaka Tresna menggunakan gerakan mulutnya yang hangat di tengah kesunutian gua alam. Rongga mulutnya yang sempit membungkus erat area paling sensitif dari kejantanan sang mantri, bergerak maju mundur dengan ritme yang kian intens dan telaten."AAAHHH... Clar... jepitan bibirmu nikmat bener," erang Tresna parau, kedua tangannya langsung mencengkeram kuat batuan stalagmit di sampingnya untuk menahan hantaman kenikmatan."Mmmpphh... hngggh..." Clara hanya bisa mendesah tercekik, lidahnya yang basah menyapu setiap urat besar yang menonjol kencang di sepanjang batang kokoh milik Tresna.Silvi yang menyaksikan pergulatan intim itu dari balik keremangan gua hanya bisa menggigit bibir bawahnya dengan mata yang melotot sayu. Dada indahnya naik turun dengan cepat menahan gejolak gairah yang ikut membakar bagian bawah perutnya sendiri akibat mendengar suara kecipak ba

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 326

    "Tapi suara langkah kaki banyak orang mulai kedengaran dari arah atas bukit, Mas!" bisik Clara, air matanya hampir menetes mendengar suara gaduh bising sepatu bot yang mendekat dari balik bukit kapur."Bagus kalau mereka datang banyak-banyak. Biar sekalian aku bersihkan semua sampah suruhan Karso malam ini juga di hutan ini," jawab Tresna tenang.Otot-otot lengannya mengeras, memberikan rasa aman yang mutlak bagi kedua wanita yang kini pasrah sepenuhnya di bawah kuasa sang mantri desa.Namun, keadaan di atas jalur tebing kapur makin menjepit. Sorotan lampu kuning dari menara vila milik Juragan Karso mulai bergerak liar, menyisir area semak-semak tempat rombongan Tresna bersembunyi dari kejaran musuh."Mas! Lampunya makin dekat! Itu... di sebelah kanan kita!" bisik Silvi, suaranya gemetaran hebat sembari meremas kuat lengan Tresna."Tutup mata kalian," perintah Tresna pendek, nadanya rendah namun sarat penekanan."Eh? Mau ngapain, Mas?" tanya Clara panik, matanya membelalak kaget."Nan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status