Selama Ibu sibuk di balik tirai kain biru, terdengar suara gemeretak wajan dan harum bawang putih yang mulai menggoda, ruang keluarga diisi oleh obrolan hangat. Sebagai tiang keluarga, Ayah dengan lembut membuka percakapan. "Jadi, bagaimana kabar sekolah, para putri kecilku?" matanya yang teduh memandangi mereka satu per satu.Di hatinya, selalu ada kekhawatiran halus: jika anak-anak tidak bahagia di sekolah, itu pertanda ada sesuatu yang perlu diperbaiki di dunia kecil mereka itu. Namun, dengan lega, ketiga malaikat kecil itu berseru serempak bahwa sekolah itu "menyenangkan!". Walaupun, dengan muka sedikit mengerut, mereka mengakui bahwa kadang-kadang ada "hal yang menyebalkan", yaitu saat guru memberi PR yang bertumpuk seperti bukit kecil. Mendengar itu, Ayah hanya tersenyum dan mengangguk lega; itu adalah 'kesengsaraan' yang normal dalam petualangan belajar.Jika Ayah mengkhawatirkan masa depan dan kesejahteraan jangka panjang mereka, maka pikiran Lola, Lulu, dan Lala sedang melaya
Terakhir Diperbarui : 2026-01-31 Baca selengkapnya