Ting! Dua gelas kaca Venesia berdenting dengan nyaring. Dua orang wanita tengah menyesap anggur siang itu untuk menghilangkan penat. Yang satu galau karena merasa badmood sebab orang tuanya tengah melakukan perjodohan untuknya, sedangkan yang satu lagi tak kalah galau karena terus-menerus merasa ketakutan cinta suaminya direbut oleh istri keduanya. “Kau benar-benar nekad, Putri. Kalau aku, tak mungkin mengambil langkah itu. Lebih baik aku diam, bergerak dengan tenang. Tidak grasak-grusuk seperti seekor kucing yang sedang mencari makanan di tempat sampah,” ujar Yolanda menatap Helena dengan tatapan sedikit kasihan, lebih banyak mengejek. Sedari tadi ia menjadi pendengar setia, mendengarkan curhat Helena. “Kau tidak akan pernah merasakan berada di posisiku, Yolanda. Andai kau bukan sodara Raja Dominic, mungkin … lebih baik kau menjadi maduku,” jawab Helena dengan helaan napas berat. Tangannya sibuk menggoyang-goyangkan gelas bertangkai dengan pinggiran emas itu, tentunya. “Akh, asal
Read more