Share

Bab 203

Author: Biee
last update publish date: 2026-06-11 17:55:27

Bara mempertahankan jarinya di dalam kehangatan Arum, menggerakkannya dengan sangat perlahan dan lembut agar regangan di dinding intim gadis itu tidak menimbulkan rasa sakit yang berlebih. Jari telunjuknya yang panjang bergerak maju-mundur, menyapu titik-titik sensitif yang membuat tubuh Arum bergetar hebat.

"Ssshh... Baraaa, ahhh... penuh sekali," lenguh Arum dengan napas yang semakin memburu.

Kedua tangannya yang mungil mencengkeram lengan kekar Bara yang menopang tubuh di atasnya.

Matanya t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 238

    Sandra menarik napas panjang, lalu mengembuskannya dengan kasar. Ia tidak lagi memaksakan diri melakukan crunch dengan kecepatan tinggi, melainkan mengatur ritmenya dengan lebih stabil."Bar," panggil Sandra di sela napasnya yang teratur."Ya?" Bara menjawab datar. Tangannya masih memegang pergelangan kaki Sandra dengan mantap, namun kali ini pijatannya sedikit melonggar agar otot gadis itu tidak terlalu tegang."Lo tahu gak, gue beneran kesel sama lo hari ini," ujar Sandra. Ia berhenti sejenak di posisi telentang, menatap langit-langit ruangan sebelum kembali mengangkat tubuhnya."Gara-gara latihan ini atau gara-gara kejadian di pintu tadi?" Bara membalas dengan nada tenang.Sandra mendengus. "Dua-duanya. Lo terlalu kaku, Bar. Gue cuma mau ngetes, eh malah dikasih porsi latihan kayak mau ikut kompetisi binaraga.""Aku cuma melakukan tugasku sebagai instruktur," sahut Bara. "Kalau kamu merasa lelah, istirahat dulu sebentar. Tidak perlu dipaksakan sampai kram."Mendengar itu, Sandra ju

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 237

    Sandra mendongak, menatap Bara dengan pandangan mata yang sayu namun dipaksakan ketus. Napasnya masih satu-satu, membuat dua gundukan dadanya yang montok naik-turun dengan cepat di balik kaos crop top putih ketatnya. Bulir keringat mengalir lambat dari leher jenjangnya yang putih, terus turun ke bawah dan menghilang di balik belahan kemeja crop-nya yang seksi."Ih, lo bener-bener gak punya perasaan ya, Bara! Kulit gue yang mulus ini bisa lecet-lecet tahu kalau langsung disuruh ambil matras lagi!" omel Sandra manja dengan suara parau yang kental. Dia sengaja membuang muka, lalu mengipas-ngipas lehernya yang gerah menggunakan tangan lentiknya.Bara tidak bergeming. Postur tubuhnya yang tinggi tegap berdiri kokoh seperti dinding di depan Sandra, memberikan tekanan dominan yang membuat nyali mantan perundungnya itu menciut perlahan. Kaos polo hitam ketat yang membungkus dada bidang Bara tercetak sangat kencang, memperlihatkan lekuk otot perutnya yang kokoh saat dia menarik napas dalam-

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 236

    Sandra menahan napasnya dengan dada montok yang naik-turun cepat. Cengkeraman tangan besar Bara di pinggulnya terasa begitu panas, membuat celana pendek abu-abu ketatnya semakin mencekik kulit paha mulusnya yang kini bergetar hebat."B-Bara... lepasin dulu. Sakit tahu!" keluh Sandra dengan bibir yang mengerucut seksi."Diam. Baru lima detik," jawab Bara datar. Dada bidangnya yang kokoh menempel rapat di punggung Sandra, menghimpit gundukan dada gadis itu ke depan hingga kaos crop top putihnya tercetak semakin kencang."Ih, kok lo pemaksaan banget sih!" pekik Sandra dengan suara parau yang manja.Gadis itu mendadak kehilangan keseimbangan. Kaki kanannya yang terbalut sepatu putih mendadak lemas, membuatnya tergelincir ke belakang."Eh... eh... aduh!" Sandra memekik kaget saat pantat bulatnya yang padat berisi langsung mendarat telak di atas matras dengan bunyi bergedebuk pelan. Dumbbell di tangannya terlepas dan menggelinding.Bara mundur satu langkah, melipat lengan kekarnya di depan

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 235

    Bara mendorong pintu ruang latihan VIP di lantai dua, lalu melangkah masuk terlebih dahulu. Begitu dia membalikkan badan, Sandra tiba-tiba maju dengan cepat.Plak! Plak!Kedua tangan lentik Sandra menghantam daun pintu di kiri dan kanan kepala Bara, mengurung tubuh tegap pria itu di tempatnya. Napas Sandra memburu cepat, membuat kaos crop top putih ketatnya bergerak naik-turun. Gundukan dadanya yang montok hampir menempel pada dada bidang Bara.Bara tersentak kecil, kedua alisnya bertaut rapat. "Ada apa ini, Sandra? Kita ke sini untuk latihan.""Apa anak kota ini sedang mencoba mengerjaiku?" batin Bara heran.Sandra tidak menjawab. Wajah cantiknya sudah merah padam sampai ke leher. Bibirnya bergetar, menatap lurus ke arah bibir Bara."Persetan dengan gengsi. Gue udah gak tahan!" batin Sandra.Tanpa aba-aba, Sandra langsung memajukan wajahnya dan melumat habis bibir Bara.Mmmhh!Sandra memejamkan mata erat-erat, menekan seluruh tubuhnya hingga paha mulusnya yang terbalut celana pendek

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 234

    Maya hanya bisa mengangguk pasrah dengan air mata yang mulai mengenangi sudut mata sayunya. Cengkeraman jari besar Bara di dagunya terasa begitu kuat, membuat seluruh tubuhnya gemetar halus."I-iya, Bara... Gue bakal turutin semua mau lo. Tolong jangan sebarin video itu," cicit Maya dengan suara parau yang sangat lirih.Bara melepaskan cengkeramannya dari dagu Maya dengan sentakan pelan. Dia menyeringai puas melihat sekretaris yang tadinya sombong kini gemetaran di depan meja kerjanya yang usang.Pandangan mata Bara bergerak turun, memperhatikan dada montok Maya yang naik-turun cepat karena napasnya yang sesak akibat panik. Kemeja putih ketatnya terbuka satu kancing di bagian atas, tercetak semakin kencang mengikuti lekuk tubuh gembulnya yang padat."Bagus. Sekarang ambil kembali berkas laporan keuangan ini, lalu input sendiri ke komputer ruanganmu," perintah Bara dengan nada suara berat yang dingin tanpa bantahan."T-tapi... tapi tadi Pak Handoko minta laporan ini selesai jam dua lew

  • Pria Desa Penakluk Wanita   Bab 233

    Dua puluh menit berlalu di dalam ruangan pojok yang sepi itu. Bara baru saja selesai merapikan tumpukan kertas usang di atas meja kerjanya ketika terdengar suara ketukan sepatu hak tinggi yang tajam dari arah pintu.Maya melangkah masuk dengan angkuh. Rok sepan hitam ketatnya bergeser seksi mengikuti ayunan pinggulnya yang padat. Di tangan kanannya, dia membawa satu bundel berkas tebal bersampul kuning.Brak!Maya melemparkan berkas itu ke atas meja Bara hingga menimbulkan suara dentuman yang cukup keras. Dua gundukan dadanya yang montok berguncang kecil di balik kemeja putih ketatnya saat dia berkacak pinggang."Nih, input laporan keuangan baru ini ke sistem gudang sekarang juga. Jangan pakai lama ya," perintah Maya dengan nada suara yang sangat ketus dan sombong.Bara tidak langsung menyentuh berkas itu. Dia hanya mendongak, menatap wajah cantik Maya dengan pandangan mata yang datar. "Ini bukan tugas bagian administrasi gudang belakang."Maya terkekeh sinis, menyeringai penuh penghi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status