Naya menatap pantulan dirinya di depan cermin. Beberapa kali dia mengubah-ubah ekspresi wajahnya.“Hasilnya negatif,” Naya mendesah kecewa, mengatur sudut bibirnya menyungging ke bawah. ‘Yah, kurasa cukup meyakinkan,’ dia lantas membatin, menilai aktingnya sendiri.Setelah pulang dari acara makan malam romantis itu, Arman mengarahkan mobilnya ke minimarket, membeli testpack.Pria itu ternyata sungguh-sungguh dengan ucapannya, berharap istrinya hamil.Dan sekarang di kamar mandi Naya harus berpura-pura menggunakan testpack itu. Dia memang menggunakannya, tetapi sebelum testpack itu mendeteksi hasilnya tentu Naya sudah tahu.Jadi, sedari tadi dia hanya melatih ekspresi kecewa supaya terlihat meyakinkan di depan Arman.“Nay, sudah?” Tanya Arman dari luar.Setelah menarik napas dalam, Naya keluar dari kamar mandi.“Gimana?” Arman nampak penasaran.Naya menjulurkan testpack itu. Bibirnya melengkung ke bawah, sesuai dengan apa yang dia latih.“Hasilnya masih negatif,” Naya berujar lirih.Na
Read more