Sambil bersenandung, Naya merias dirinya di depan cermin.Sosok Arman lantas muncul dari balik bahu wanita itu. Suaminya bersedekap, menatap wajah istrinya yang nampak berseri-seri dari pantulan kaca.Baru kemarin Naya kembali ke mansion, dari liburan dua harinya bersama Ardi, dan kini wanita itu sudah berdandan lagi.“Mau kemana?” Tanya Arman. Suara mengalun dingin dan datar.“Oh, aku ada janji dengan Dalia,” Naya mengulas bibirnya dengan lipstik berwarna pink cerah.“Hah, wanita itu lagi. Sudah kubilang, jangan terlalu dekat dengan dia. Terakhir kali pergi dengannya, kamu bahkan hampir celaka, Nay,” tukas Arman dengan nada tidak suka.Ups, Naya keceplosan. Seharusnya, dia bilang pergi dengan yang lain saja.“Hari ini kami cuma mau shopping saja kok. Jadi, kamu tidak perlu cemas, Sayang. Lagi pula, malam itu hanya malam yang apes saja,” Naya mengecap bibirnya.‘Sayang?’ Kening Arman mengerut. Tumben-tumbenan istrinya memanggilnya sayang.Naya lalu bangkit dari kursi rias. Dia menuju
Read more