Sejak insiden kemarin, para penghuni Mansion Kartajaya menganggap Ardi bak pahlawan. Arman hanya bisa tersenyum kecut saat mengetahuinya. Dia akhirnya terpaksa mengucapkan terima kasih pada Ardi, walaupun dengan berat hati.“Kamu benar-benar menyelamatkan hidupku,” Rahmat Kartajaya kembali mengulang ucapannya di pagi ini saat dia dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk medical check up. Dan kali ini, secara khusus, Rahmat ingin Ardi yang mengantarnya, alih-alih sopir pribadinya yang bernama Dodi.“Tanpamu, kurasa aku sudah tamat,” sambung Rahmat dari jok belakang SUV miliknya. Ardi hanya tersenyum tipis sambil melirik Tuannya itu dari kaca spion tengah. Di umurnya yang sudah berkepala enam, kondisi fisik Rahmat Kartajaya masih bisa dibilang prima. Tubuhnya masih tegap walau rambut pria itu mulai menipis dan memutih.Sebenarnya agak ironis bagi Ardi karena menolong Rahmat melewati masa kritisnya, padahal seharusnya Ardi membiarkan pria itu tewas begitu saja, mengingat pria inilah ya
Read more