"Dia datang atas perintahku," ulang Dillard. Lebih keras. "Bukan karena dia mau. Tapi karena aku menyuruh. Aku yang pilihkan buku. Aku yang buat daftar topik pembicaraan. Aku yang atur jadwal kunjungan. Semua atas perintahku. Dia bisa menginjakkan kaki di sini atas kehendakku." Lincoln memutar mata. "Ya, aku tahu itu—" "Dan aku yang izinkan dia berbicara denganmu." Dillard menatapku sekarang. Intens. "Aku yang izinkan dia duduk di taman denganmu. Aku yang izinkan dia ngobrol denganmu di perpustakaan. Semua dengan izin dan perintahku." Ada nada di suaranya. Nada yang membuatku... oh. Oh? Dia cemburu? Duke Dillard Donoughoe sedang cemburu pada Lincoln? Aku menahan sesuatu di dada. Sesuatu yang ingin keluar. Tapi aku tahan. Wajah kujaga tetap datar. Meski rasanya sangat senang meledak ledak. "Tentu, Duke Dillard," kataku formal. "Aku paham semuanya atas perintahmu." "Bagus." Dillard menatap Lincoln lagi. Tatapan yang membuat Lincoln mundur selangkah. "Jadi kau tidak perlu berpiki
Last Updated : 2026-02-12 Read more