Aku langsung memutar mobil menuju apartemen Richard. Sepanjang perjalanan aku terus mencoba menghubungi Kak Lora, tetapi hasilnya tetap sama. Nomornya tidak aktif.Semakin lama aku menggenggam setir, semakin buruk firasat yang menggerogoti pikiranku. Aku tidak peduli seberapa marah perempuan itu kepadaku. Yang ingin kupastikan sekarang hanya satu, dia baik-baik saja.Begitu sampai di apartemen Richard, aku langsung memasuki lobi tanpa membuang waktu. Seorang petugas yang berjaga di meja resepsionis menoleh saat aku mendekat."Permisi, saya mencari Richard."Anehnya, pria itu tampak langsung mengenali nama yang kusebut. Ia mengangguk pelan sebelum membuka layar komputer di depannya. Aku menunggu dengan jantung berdebar, berharap akhirnya mendapatkan petunjuk setelah berputar-putar sejak siang tadi.Namun harapan itu runtuh hanya beberapa detik kemudian."Maaf, Pak. Penghuni itu sudah tidak tinggal di sini."Aku mengernyit. "Apa maksudn
더 보기