"... jangan buat dia menunggu seperti aku berharap hari ini dan jangan pernah menyentuhnya sebelum malam pengantin karena kamu akan membuatnya menjadi candu tak tertahankan."Aku langsung membeku.Nara tersenyum kecil, tetapi kedua matanya terlihat berkaca-kaca.Aku tidak tahu harus menjawab apa. Karena di antara semua hal yang dikatakannya sejak tadi, mungkin itulah kalimat yang paling sulit untuk kubantah."Ya," sahutku singkat.Aku tidak ingin lagi menyentuh dan membawa perempuan mana pun mulai sekarang karena aku tahu, di balik kenikmatan yang kurasakan, ada luka yang tidak bisa kujelaskan.Ada harapan yang hanya berbentuk sebuah kekecewaan terhadap diriku.Padahal kenikmatan itu hanya sesaat, namun membuat luka bathin seperti ini."Maafkan aku, Nara," sahutku pelan."Aku akan mengecek sendiri keadaanku besok, kalau memang aku hamil, aku akan mengugurkannya sendiri dan tidak akan melibatkanmu. Bay."Aku sediki
더 보기