Saat sampai di depan pintu kamarnya, aku hendak mengetuk pintu, tetapi rasanya janggal sekali."Biarlah, apa yang dia lihat, anggap saja aku tidak tahu," gumamku dalam hati lalu melangkah kembali ke kamar Sephia.Sephia keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian lengkap."Kamu masuk dan bersihkan diri, aku menunggu di bawah ya?"Aku mengangguk sementara Sephia sudah melangkah menuju ke pintu.Saat hendak keluar kamar, Sephia tiba-tiba berhenti di ambang pintu lalu menoleh ke belakang."Oh ya.""Hm?""Kamu pria paling perkasa yang pernah kutemui. Terima kasih, Bay."Aku menatapnya dalam-dalam, baru kali ini ada yang berterimakasih karena aku menyiksanya, tetapi aku juga mendapat kenikmatan yang sama."Kamu juga hebat sekali di atas ranjang," bisikku sambil menunjukkan jari jempolku dan tersenyum.Senyum kecil muncul di wajahnya sebelum ia kembali berjalan menuju tangga. Aku memperhatik
続きを読む