Baru setelah lampu mobil menerangi wajahnya dengan jelas, aku mengembuskan napas lega."Nara?"Ternyata sejak tadi ia berada di sana. Mungkin sebelumnya ia sedang berjongkok di balik semak dan batang pohon, sehingga sama sekali tidak terlihat dari arah jalan.Wajahnya terlihat pucat dan kuyu.Di kursi belakang, Kak Julia langsung mengembuskan napas panjang."Aduh, kenapa perawat ini masih juga bernaung di sana malam-malam begini? Macam kuntilanak saja."Aku menoleh sekilas ke kaca spion, melihat wajah Kak Julia yang masih tampak kesal setelah dibuat kaget."Pakai baju perawat lagi," lanjutnya sambil menggeleng-geleng. "Seram, tahu!"Aku tak kuasa menahan senyum kecil."Nara bukan mau menakut-nakuti siapa pun, Kak.""Lah, memang dia sengaja atau enggak, tetap saja bikin jantung copot. Coba bayangkan, malam-malam ada perempuan berdiri diam di bawah pohon, pakai seragam putih. Untung wajahnya kelihatan kena lampu. Ka
続きを読む