Begitu panggilan terhubung, suara Eyang langsung terdengar, bergetar dan sepertinya baru saja menangis."Lora bagaimana, Nduk?"Aku menjelaskan perlahan.Semakin lama aku berbicara, semakin sunyi beliau di ujung sana, hanya sesekali terdengar seperti sedang menyeka hidungnya.Lalu terdengar helaan napas panjang."Eyang masih di Yogya, tapi Eyang akan pulang sekarang. Jaga dia baik-baik, Nduk!""Baik, Eyang." Aku tahu tidak ada gunanya membantah.Kalau Eyang Sumi sudah memutuskan sesuatu, tidak ada yang bisa mengubah pikirannya."Penerbangan pertama malam ini kalau masih ada kursi," lanjutnya."Eyang...""Jaga Lora sampai Eyang datang." Suaranya dalam dan bergetar hebat.Dadaku terasa sesak."Iya."Setelah telepon berakhir, aku kembali menatap layar ponsel yang kini hitam, sama seperti hatiku yang terasa kosong secara tiba-tiba.Pintu kamar perlahan terbuka.Sephia masuk sambil me
더 보기