共有

Sentuhan yang Hangat

作者: Yoru Akira
last update 公開日: 2026-03-08 11:25:35

Malam itu, untuk pertama kalinya, bendera Eisenhardt berkibar di Lembah Pegunungan Kelabu tanpa ada satu pun mayat yang bergelimpangan.

Seraphina telah membuktikan bahwa kecerdasannya lebih mematikan daripada pedang Killian, dan posisinya di Eisenhardt kini tak tergoyahkan.

Mereka mendapatkan garam. Bahkan tempat berteduh ketika malam lebih cepat turun dan badai mengamuk di sekitar lembah.

Mereka tak bisa bergerak dalam cuaca seekstrem ini dan memaksa rombongan itu untuk tetap tinggal. Seti
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Panggung Sandiwara

    Pagi itu, yang seharusnya menjadi puncak sakral bagi penyatuan dua garis keturunan agung, justru berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam di Benteng Eisenhardt. Udara fajar yang membeku seolah terbelah oleh pekikan yang mengguncang lorong-lorong batu kastil. "Lady Seraphina menghilang! Lady Seraphina tidak ada di kamarnya!" teriakan seorang pelayan yang baru saja keluar dari kamar sang Lady memecah kesunyian. Memicu kehebohan instan yang menjalar seperti api liar ke seluruh penjuru benteng. Killian, yang sudah bersiap dengan pakaian pengantin resminya, muncul di aula utama dengan langkah yang menggetarkan lantai marmer. Namun, alih-alih menunjukkan gurat kecemasan atau simpati sebagai calon suami yang kehilangan pengantinnya, ia justru tampak seperti singa yang murka. Auranya begitu besar dan mengancam, seolah siap meruntuhkan dinding benteng dengan amarahnya. "Apa?!" murka Killian. Suaranya menggelegar hingga debu-debu di langit-langit aula tampak berjatuhan. "Apa per

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Perjamuan Makan Malam yang Dingin

    Malam itu, aula perjamuan Eisenhardt berubah menjadi panggung sandiwara yang menyesakkan. Cahaya dari lilin-lilin raksasa memantul pada porselen mahal dan perak yang berkilauan. Namun, ketegangan yang menggantung di udara jauh lebih tajam daripada pisau daging para pelayan. Killian duduk di kursi kebesarannya dengan keanggunan seorang predator. Di sampingnya, kursi yang seharusnya menjadi milik Seraphina dibiarkan kosong. Sementara Liza duduk di kursi berikutnya—terlalu dekat dengan sang Grand Duke. Bahkan Duchess Sophia lagi-lagi memilih tak hadir di meja makan hanya karena sudah mulai muak dengan sikap Killian. Wanita itu bahkan merasa malu sebagai ibu dari pria yang kini dianggap plin-plan oleh banyak orang. "Anggur yang luar biasa, Tuan Duke," suara Demarcus memecah kesunyian. Nadanya mengandung tantangan yang tak disembunyikan. "Tapi, aku bukannya datang jauh-jauh dari Ibukota hanya untuk minum. Di mana Seraphina? Mengapa putriku tidak menyambut ayahnya?" Killian men

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Keluarga Mempelai

    Sore itu, gumpalan salju mulai turun dengan lebih rapat, menutupi jalanan berbatu yang menuju ke jantung Kastil Eisenhardt. Di tengah kesunyian Utara yang menggigit, gemerincing lonceng dari kereta-kereta kuda mewah mulai terdengar. Dua kereta kuda dengan lambang keluarga Astra berhenti tepat di halaman megah kastil. Kereta pertama, yang berhias ukiran emas paling rumit, mengangkut Demarcus von Astrea dan istrinya, Lilian. Suasana di dalam kabin kereta itu jauh lebih dingin daripada udara di luar sana. Demarcus duduk tegak, tangannya mencengkeram tongkat kayu ebony dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Matanya menatap tajam ke arah dinding batu kastil yang kokoh, seolah ingin meruntuhkannya hanya dengan tatapan mata. "Kau yakin tetap ingin memberikan mereka restu, Demarcus?" bisik Lilian pelan. Suaranya bergetar, antara rasa cemas dan dingin yang menembus mantel bulunya. "Para bangsawan sudah berkumpul. Jika kau menunjukkan penolakanmu secara terang-terangan...

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Hadiah Sang Pangeran

    Siang itu, langit di atas wilayah Utara tampak kelabu muram. Seolah-olah awan sengaja menumpuk untuk menyembunyikan rencana besar yang tengah berdenyut di balik dinding batu Eisenhardt. Badai salju belum sepenuhnya mengamuk. Namun, serpihan es mulai turun perlahan. Menusuk kulit siapa pun yang berani berada di luar tanpa perlindungan."Awan seperti menyimpan badai yang tak terduga dari mana asalnya," gumam Seraphina mengamati arakan awan dari balik jendela kamarnya.Sementara di gerbang belakang kastil yang biasanya dijaga ketat, sebuah peti kayu kecil dengan ukiran matahari perak yang halus baru saja tiba diantar oleh seorang kurir.Penjaga yang bertugas saat itu hanya melirik sekilas, lalu membiarkan kurir yang membawa peti itu lewat begitu saja. Semua itu bukan karena kelalaian, melainkan hasil dari instruksi rahasia Killian yang telah membuka celah keamanan secara sengaja. Peti itu berpindah tangan ke seorang pelayan yang telah disuap mahal oleh Liza. Sebelum akhirnya mendarat

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Di Depan Para Tamu

    Cahaya matahari pagi yang pucat menembus jendela aula utama. Namun, suasana di dalamnya jauh dari kata hangat. Seraphina berdiri di tengah ruangan. Dikelilingi oleh para pelayan yang sedang sibuk memasang dekorasi lili putih pilihan Liza. Di sudut aula, beberapa tamu undangan dari keluarga bangsawan sekutu sedang berbincang pelan. Mengamati situasi dengan tatapan menghakimi. "Sebenarnya apa yang terjadi? Bukankah seharusnya Seraphina von Astrea yang menjadi calon pengantin Duke Killian?" Bisik-bisik mulai terdengar. "Seharusnya memang begitu, tapi sepertinya, Grand Duke sedang berpaling. Kalau aku jadi dia, aku juga pasti memilih daun muda yang bergairah ketimbang... bekas Putra Mahkota yang terbuang itu." "Benar, bukankah itu juga termasuk hinaan bagi Grand Duke Killian? Seharusnya dia bisa mendapatkan pengantin yang lebih baik ketimbang cuma bekas Putra Mahkota." Bisikan-bisikan itu semakin liar. Seraphina sama sekali tak menanggapi. Justru itulah yang ia harapkan. Dengan be

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Gairah Sang Grand Duke

    Setelah drama koridor yang menguras emosi itu berakhir, Killian memastikan Liza telah masuk ke kamarnya dengan rasa percaya diri yang meluap. Namun, begitu pintu kamar gadis itu tertutup, topeng ketenangan Killian retak seketika. Dengan langkah yang ditekan agar tak bersuara, ia menyusuri lorong rahasia di balik dinding perpustakaan yang langsung menghubungkan ke kamar utama calon Duchess-nya. Di dalam kamar yang hanya diterangi oleh satu lilin yang hampir habis, Seraphina sedang duduk di tepi ranjang. Perempuan itu baru saja menyeka sisa minyak angin di bawah matanya ketika pintu rahasia di balik lemari buku berderit terbuka. "Tuan Duke?" Killian melangkah masuk dengan napas yang memburu. Penampilannya tak lagi kaku dengan baju zirah. Pria itu hanya mengenakan kemeja linen putih yang kancing atasnya terbuka. Memperlihatkan pangkal dadanya yang kokoh. Dipadu dengan celana kulit hitam yang membungkus kaki panjangnya dengan sempurna. Aura pria itu tampak gelap, jauh lebih

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Pembatalan Pertunangan

    Seraphina menerima dokumen itu dengan tangan yang mantap. Ia menatap segel lilin merah yang baru saja membebaskannya dari belenggu Valerius. "Saya akan melakukan apa yang perlu dilakukan untuk kestabilan kekaisaran, Yang Mulia," jawab Seraphina, memberikan jawaban ambigu yang disukai para politis

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Pencopotan Gelar Putra Mahkota

    Kabar tentang pencopotan gelar putra mahkota menyebar dengan cepat ke seluruh istana. Bahkan hanya menunggu waktu beberapa saat untuk tersebar keluar tembok kekaisaran.Gelombang rakyat di luar gerbang istana kekaisaran mulai beriak. Mereka menuntut agar Kaisar Benedict segera mengesahkan keputusan

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Pelarian

    "Kaptenmu terlihat ragu, Grand Duke!" ucap Seraphina dengan nada sinis.Ia baru saja diragukan oleh seorang prajurit di bawah komando Grand Duke Killian. Tentu saja. Dia hanyalah seorang perempuan. Tapi perempuan ini adalah seorang calon permaisuri yang sempurna, sebelum Valerius dibutakan oleh c

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Pengepungan

    Salju turun dengan keanggunan yang mematikan. Menyapu jejak roda kereta kuda Seraphina seolah alam sendiri berusaha menyembunyikan dosanya malam itu. Ini musim semi, tapi salju tiba-tiba turun sejak rombongan Grand Duke Killian meninggalkan ibukota semalam.Waktu itu pun, cuacanya pun sama. Salju

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status