Udara di sekitar ceruk tebing mendadak menjadi lebih tajam, seolah-olah oksigen telah berubah menjadi jarum-jarum es yang menusuk kulit.Batu sihir pemanas yang dibawa Hans mulai meredup, mengeluarkan suara mendesis pelan tanda energinya hampir habis.Valerius sudah terlelap dalam tidur yang berat, sementara Elara terus menggosok kedua telapak tangan suaminya agar tidak membeku.“Hans, batu ini tidak akan bertahan sampai fajar,” ucap Lyra sambil menggigil hebat, giginya gemeletuk. “Jika kita tidak menemukan kayu bakar tambahan, kita semua akan menjadi patung es sebelum matahari terbit.”Hans menghela napas, uap putih tebal keluar dari mulutnya. Ia menatap ke arah hutan pinus yang meranggas di lereng bawah tebing.Kegelapan di sana tampak sangat padat, hanya diselingi oleh bayangan pohon-pohon yang bergoyang dihantam angin.“Hutan itu berbahaya di malam hari, tapi kau benar,” sahut Hans sambil mengambil kap
Read more